Kompas.com - 03/01/2021, 20:00 WIB

KOMPAS.com – Penyakit prostat adalah penyakit yang kerap dialami oleh pria berusia 50 tahun ke atas. Penyakit ini berarti terganggunya fungsi kelenjar prostat, yaitu membantu produksi air mani.

Seiring bertambahnya usia, kelenjar prostat bisa membesar. Kondisi ini disebut benign prostatic hyperplasia (BPH).

Selain usia, obesitas adalah salah satu faktor umum menurunnya kualitas kesehatan prostat.

Baca juga: 5 Makanan Cegah Risiko Kanker Prostat, Pria Wajib Tahu

Kabar baiknya, makanan dan pola makan yang baik mampu menjaga kesehatan prostat dan menurunkan risiko pembesaran prostat jinak.

Berikut ini adalah makanan yang mampu menjaga kesehatan prostat dan menurunkan risiko pembesaran prostat jinak.

1. Biji Wijen

Kandungan seng dalam biji wijen merupakan senjata utama menghadapi masalah kesehatan prostat.

Pria dengan masalah kesehatan prostat, baik BPH atau kanker prostat, memiliki kadar zinc rendah dibandingkan pria dengan kesehatan prostat normal.

Mengkonsumsi biji wijen memudahkan tubuh manusia mendapat mineral zinc. Tubuh manusia cenderung mudah menyerap zinc yang berasal dari makanan daripada yang berasal dari suplemen zinc.

Beberapa alternatif pengganti biji wijen yang mudah didapatkan adalah kacang almon dan biji labu.

2. Ikan salmon

Meningkatkan kandungan omega-3 di tubuh merupakan salah satu cara menurunkan risiko pembesaran prostat jinak.

Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu mencegah dan mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Prostat dan Gejalanya

Konsumsi ikan salmon juga disarankan untuk menghadapi kondisi penyakit kardiovaskular, kanker, dan obesitas.

Apabila konsumsi ikan tidak cocok untuk tubuh Anda, seperti alergi ikan, alternatifnya adalah minyak canola dan biji chia (chia seeds).

3. Tahu dan tempe

Sebuah studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine, menyatakan bahwa isoflavon kedelai mengurangi pertumbuhan BPH.

Akan tetapi penelitian lain, yang juga dipublikasikan di National Library of Medicine, menunjukkan bahwa kedelai hanya mampu menurunkan pertumbuhan sel kanker di prostat.

Penelitian ketiga, yang masih dipublikasikan di National Library of Medicine, mendapatkan fakta bahwa isoflavon kedelai membantu menurunkan gejala dan tanda lower urinary tract symptoms (LUTS) yang berkaitan erat dengan BPH.

Ketiga penelitian tersebut menunjukkan produk kedelai mampu memberi efek positif pada kesehatan prostat.

Perubahan pola makan dan menjalankan olahraga memiliki efek signifikan mengendalikan beberapa gejala BPH.

Walaupun kedua hal tersebut memberi efek positif, yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah perubahan gaya hidup.

Gaya hidup yang dapat diubah seperti berhenti merokok, mengosongkan kandung kemih saat kencing, manajemen stres, dan lain sebagainya.

Baca juga: Kabar Bahagia, Diet Sehat Bantu Tekan Risiko Kanker Prostat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.