Kompas.com - 08/01/2021, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Organ reporduksi wanita juga rawan terkena kanker seperti kanker serviks dan kanker ovarium.

Dua jenis kanker tersebut umumnya menyebabkan gejala yang berbeda. Akan tetapi, banyak dari gejala tersebut yang mirip sehingga menyebabkan keterlambatan penanganan.

Itu sebabnya, wanita perlu rutin memeriksakan diri untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Membedakan kanker serviks dan kanker ovarium memang memerlukan penanganan ahli.

“Secara keseluruhan, gejala yang mengindikasikan kanker ovarium seringkali sulit untuk didiagnosis,” Mariam AlHilli, spesialis Obstetri dan ginekologi.

Baca juga: 4 Cara Mencegah Kanker Vagina yang Baik Dilakukan

Untuk mendiagnosis apakah gejala Anda jinak atau bersifat kanker, dokter Anda kemungkinan akan melakukan serangkaian tes seperti pemeriksaan panggul, biopsi, atau CT scan.

Namun, beberapa perbedaan gejala kanker serviks dan ovarium yang sangat mencolok, antara lain:

1. Pendarahan vagina setelah menopause

Pendarahan pascamenopause bisa terjadi karena kanker endometrium. Lebih dari 90 persen wanita yang terdiagnosis kanker endometrium juga mengalami perdarahan pascamenopause sebagai gejala awal.

Setiap pendarahan abnormal atau perdarahan pasca menopause harus segera mendapatkan evaluasi dokter.

Namun, pendarahan pasca menopause juga bisa tanda kanker serviks.

2. Pendarahan vagina yang tidak normal sebelum menopause

Setiap terjadinya pendarahan yang tidak normalbisamenjadi tanda awal kanker endometrium atau serviks.

"Pendarahan yang lebih berat dari periode menstruasi atau menstruasi yang tidak teratur juga perlu segera di selidiki," kata AlHilli.

Wanita juga disarankan menemui dokter jika mengalami pendarahan usai berhubungan seksual atau mengalami pendarahan di antara masa menstruasi.

3. Nyeri panggul

Nyeri panggul yang terus-menerus dan rasa tidak nyaman juga bisa menjadi tanda potensial kanker ovarium.

Gangguan pencernaan seperti penumpukan gas, gangguan pencernaan, tekanan, kembung, dan kram juga dapat mengindikasikan kanker ovarium.

Baca juga: Olahraga di Usia Senja Tingkatkan Risiko Cedera, Begini Solusinya

4. Penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak terduga

Bagi wanita penderita kanker ovarium, ada banyak hal yang memicu kenaikan berat badan.

Salah satunya adalah ukuran tumor. Tumor sering kali tidak terdiagnosis sampai ukurannya relatif besar.

Penambahan berat badan juga bisa terjadi karena cairan menumpuk di perut.

5. Kehilangan nafsu makan

Penderita kaker ovarium juga seringkali kehilangan nafsu makan.

Jika Anda tiba-tiba kehilangan lebih dari 4,5 kiligram berat badan tanpa mengubah pola makan atau meningkatkan olahraga, segera konsultasikan dengan dokte.

Dalam banyak kasus, kurangnya nafsu makan adalah akibat dari sel kanker yang memengaruhi metabolisme.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.