Kompas.com - 01/02/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com- Takikardia membuat jantung penderitanya berdetak terlalu cepat.

Hal ini mengakibatkan jantung tidak dapat memompa oksigen ke seluruh tubuh dengan efisien.

Penderita takikardia biasanya memiliki detak jantung lebih dari 100 denyut per menit.

Padahal, detak jantung manusia normal hanyalah 60 hingga 100 jaki per menit.

Sebenarnya, takikardia dapat menjadi bagian dari respons normal tubuh terhadap kecemasan, demam, kehilangan darah yang cepat, atau olahraga berat.

Baca juga: Tanda Awal Serangan Jantung yang Kerap Tak Disadari

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, takikardia bisa menjadi efek samping dari beberapa makanan dan minuman, termasuk kopi, teh, alkohol dan coklat, tembakau, atau pengobatan.

Akan tetapi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh masalah medis, seperti tingkat hormon tiroid yang sangat tinggi, yang disebut hipertiroidisme.

Pada beberapa orang, takikardia disebabkan oleh aritmia jantung alias kelainan detak atau ritme jantung yang disebabkan oleh jantung.

Takikardia juga bisa disebabkan oleh masalah paru-paru, seperti pneumonia atau pembekuan darah di salah satu arteri paru-paru.

Jika disebabkan oleh kondisi medis, takikardia membutuhkan penaganan dokter.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X