Kompas.com - 27/02/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Beberapa bayi ada yang lebih suka dengan posisi tidur tengkurap.

Sejumlah bayi yang sudah punya kemampuan berguling terkadang juga acapkali berganti posisi dari terlentang ke tengkurap.

Berikut penjelasan lebih lanjut terkait bayi tidur tengkurap dalam sudut pandang kesehatan.

Baca juga: 5 Cara Menidurkan Bayi yang Susah Tidur

Bolehkah bayi tidur tengkurap?

Boleh atau tidaknya bayi tidur tengkurap sebenarnya terkait usia dan risiko sindom kematian mendadak pada bayi.

Melansir What to Expect, demi mencegah sindrom kematian bayi mendadak, bayi baru boleh tidur tengkurap saat usianya di atas satu tahun. 

Terkadang ada kalanya bayi jadi tidak rewel dan istirahat lebih nyenyak saat tidur tengkurap. Namun, penting bagi para orangtua mengenali risikonya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Healthline, penelitian menunjukkan, risiko sindrom kematian mendadak pada bayi paling tinggi terjadi di usia dua sampai tiga bulan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Lidah Putih pada Bayi sesuai Penyebabnya

Bahaya tidur tengkurap bagi bayi di bawah usia satu tahun karena posisi tidur ini bisa menghalangi saluran napas bagian atas.

Imbasnya, saluran napas bisa tersumbat dan bayi rentan menghirup kembali napas yang sudah diembuskannya sendiri.

Kondisi seperti itu bisa meningkatkan kandungan karbon dioksida dan membuat bayi kekurangan oksigen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X