Kompas.com - 29/03/2021, 20:01 WIB
Petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Tebet menyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) kepada pelajar SDN Tebet Timur 15 di Kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Imunisasi atau pemberian vaksin itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2020 dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh kepada murid sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Tebet menyuntikan vaksin Measles Rubella (MR) kepada pelajar SDN Tebet Timur 15 di Kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Imunisasi atau pemberian vaksin itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2020 dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh kepada murid sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.

KOMPAS.com - Rubella adalah penyakit infeksi virus yang menyerang kulit dan kelenjar getah bening.

Rubella pada anak umumnya bersifat ringan. Penyakit ini bisa berbahaya pada ibu hamil karena virus dapat menular ke bayi dalam kandungan.

Bayi yang tertular rubella dari ibunya saat masih berada di dalam kandungan bisa mengalami cacat lahir.

Untuk mengantisipasi penyakit ini, kenali gejala utama rubella pada anak, penularan, sampai penanganannya.

Baca juga: Kejang pada Anak: Penyebab, Pertolongan Pertama, Kapan Perlu Waspada

Gejala rubella pada anak

  • Demam dan tidak enak badan

Melansir Kid’sHealth, infeksi rubella umumnya dimulai dengan demam ringan dengan suhu antara 37,2 derajat Celsius sampai 37,8 derajat Celsius selama satu sampai dua hari.

Demam gejala rubella pada anak jamak diikuti pembekakan kelenjar getah bening di leher atau bagian belakang telinga.

Selain itu, anak juga bisa merasakan badannya tidak enak, rewel, terkadang disertai diare ringan.

  • Ruam

Selepas fase demam dan tidak enak badan, gejala rubella pada anak yang muncul adalah ruam.

Dilansir dari NHS, ruam tersebut membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu untuk muncul setelah kali pertama terinfeksi virus rubella.

Ruam tanda rubella pada anak ini berupa bintik-bintik merah atau merah muda yang terkadang bintiknya menyatuk membentuk bercak merah di kulit.

Di beberapa kasus, ruam tersebut disertai gatal dan berlangsung selama tiga sampai lima hari.

Ruam biasanya dimulai dari munculnya bintik-bintik dari belakang telinga lantas menyebar ke kepala, leher, dada, punggung, dan bagian tubuh lainnya.

Baca juga: 6 Penyebab Mimisan pada Anak dan Cara Mengatasinya

  • Sakit seperti flu

Di beberapa kasus, rubella juga bisa menyebabkan jari tangan atau lutut sakit.

Selain itu, terkadang gejala rubella pada anak disertai batuk, bersin, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan mata merah.

Baca juga: Kenali Gejala Autisme Pada Anak

Penularan rubella pada anak

Virus rubella dapat menular dari cipratan tetesan cairan hidung dan tenggorokan (droplet) saat penderita bersin atau batuk.

Rubella paling mudah menular sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah ruam muncul.

Penderita yang terinfeksi rubella tapi tidak bergejala kemungkinan juga masih bisa menularkan penyakit ini.

Bayi yang memiliki sindrom rubella bawaan dapat mengeluarkan virus lewat urine dan droplet selama satu tahun kepada orang yang belum pernah diimunisasi rubella.

Kendati relatif mudah menular, rubella bisa dicegah dengan vaksin rubella bagian dari imunisasi campak-gondok-rubella (MMR).

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Sariawan Pada Anak

Penanganan rubella pada anak

Rubella pada anak umumnya bisa sembuh dalam kurun waktu satu minggu.

Para orangtua yang sedang merawat anak dengan penyakit ini bisa mengarahkan buah hatinya untuk:

  • Banyak istirahat
  • Minum banyak cairan
  • Minum paracetamon atau ibuprofen

Baca juga: Radang Tenggorokan pada Anak: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

Hal yang perlu diperhatikan para orangtua, selama sakit anak wajib tinggal di rumah selama minimal seminggu setelah muncul gejala ruam.

Selain itu, pastikan anak yang terkena rubella tidak kontak dekat dengan ibu hamil.

Untuk mengurangi risiko penularan penyakit, anak dan perawatnya perlu sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pastikan anak menggunakan tisu saat batuk atau bersin dan pastikan tisu bekasnya dibuang ke tempat sampah.

Saat si kecil sakit, jangan berbagi alat makan, gelas, handuk, pakaian, atau tempat tidur.

Bawa ke dokter atau rumah sakit jika rubella pada anak menyebabkan demam tinggi dan gejala parah lainnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X