Kompas.com - 19/02/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi Epilepsi Kompas.comIlustrasi Epilepsi

KOMPAS.com - Kejang pada anak dapat terjadi saat ada gangguan sinyal listrik di otak.

Kondisi ini jamak dialami bayi dan anak kecil. Kendati sekilas terlihat menakutkan, kejang pada anak umumnya bisa berhenti sendiri beberapa menit kemudian dan tidak mengancam jiwa.

Serangan kejang berulang biasanya terkait dengan epilepsi atau gangguan kejang.

Kenali penyebab kejang pada anak, pertolongan pertama saat si kecil terkena serangan kejang, sampai kapan perlu waspada.

Baca juga: 6 Penyebab Mimisan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Penyebab kejang pada anak

Dilansir dari WebMD, otak manusia terdiri atas miliaran sel saraf yang dikenal dengan neuron.

Kejang terjadi saat sejumlah sel saraf mengirimkan muatan listrik pada saat yang bersamaan.

Gelombang listrik yang tidak normal dan intens ini dapat membanjiri otak dan memicu beragam gejala kejang seperti gemetaran, kehilangan kesadaran, bingung, ngiler, mata terbelalak, dan gejala lainnya.

Beragam kondisi bisa jadi penyebab kejang pada anak, antara lain:

  • Demam tinggi
  • Kekurangan oksigen
  • Trauma atau cedera kepala
  • Infeksi
  • Keracunan
  • Salah dosis obat
  • Tumor otak

Baca juga: Kenali Gejala Autisme Pada Anak

Selain penyebab kejang di atas, gangguan kesehatan ini juga bisa muncul karena penyakit yang memengaruhi otak dan beberapa kondisi kesehatan lain.

Di antaranya kadar gula darah dan tekanan darah yang tidak normal, perubahan irama jantung, atau stres.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Health
Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Health
Bahaya Tidur Setelah Sahur

Bahaya Tidur Setelah Sahur

Health
Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Health
Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Health
Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Health
Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Health
Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Health
Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Health
4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

Health
Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Health
10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Health
5 Cara Cepat Mengatasi Diare

5 Cara Cepat Mengatasi Diare

Health
7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X