Kompas.com - 03/04/2021, 16:08 WIB
Ilustrasi hamil. ThinkstockIlustrasi hamil.

KOMPAS.com – Tekanan darah adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan.

Jika tidak terkendali, baik tekanan darah rendah (hipotensi) maupun tekanan darah tinggi (hipertensi) bisa membahayakan kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandung.

Dibanding hipotensi, hipertensi mungkin terlihat jauh lebih sering terjadi pada kehamilan.

Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Orang Dewasa?

Melansir Mayo Clinic, tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat menimbulkan berbagai risiko yang baik diketahui ibu hamil.

Ini mungkin termasuk:

1. Aliran darah menurun ke plasenta

Padahal jika plasenta tidak mendapatkan cukup darah, bayi dalam kandungan mungkin akan menerima lebih sedikit oksigen dan lebih sedikit nutrisi.

Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat (pembatasan pertumbuhan intrauterine), berat badan lahir rendah, atau kelahiran prematur.

Kelahiran prematur sendiri dapat menyebabkan masalah pernapasan, peningkatan risiko infeksi, dan komplikasi lain pada bayi.

2. Solusio plasenta

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X