Kompas.com - 07/05/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi pasien positif Covid-19 parah mendapatkan perawatan intensif. SHUTTERSTOCK/HalfpointIlustrasi pasien positif Covid-19 parah mendapatkan perawatan intensif.

KOMPAS.com- Badai sitokin seringkali disebut sebagai penyebab kematian banyak orang selama pandemi Covid-19 ini.

Sebenarnya, badai sitokin ini bukanlah nama sebuah penyakit.

Badai sitokin merupakan sindrom yang mengacu pada sekelompok gejalamedis di mana sistem kekebalam tubuh mengalami terlalu banyak peradangan.

Akibatnya, organ gagal berfungsi dan memicu kematian.

Baca juga: Thalasemia: Gejala, Penyebab, hingga Metode Pengobatan

Sebenarnya apa itu badai sitokin?

Badai sitokin juga tak hanya terjadi pada pasien yang mengalami Covid-19.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sindrom ini juga bisa dialami oleh penderita autoimun seperti artritis juvenile.

Badai sitokin juga bisa terjadi selama beberapa jenis pengobatan kanker.

Biasanya, kondisi ini dipicu oleh infeksi seperti influensa.

Penelitian terhadap pasien influenza H1N1 juga menemukan 81 persen mereka yang meninggal mengalami gejala badai sitokin.

Bagaimana efek badai sitokin pada tubuh?

Merangkum hasil penelitian ahli virolohi dan imunologi dari Georgia State University di Atlanta, MUkesh Kumar, badai sitokin dipicu oleh infeksi virus dalam tubuh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X