Kompas.com - 20/05/2021, 20:00 WIB
Disfungsi ereksi saiyoodDisfungsi ereksi

KOMPAS.com - Pada umumnya, ketika mendapatkan rangsangan seksual, laki-laki akan mengalami ereksi.

Namun, karena beberapa kondisi medis, terkadang laki-laki kurang atau bahkan tidak mampu melakukannya.

Kondisi inilah yang disebut sebagai disfungsi ereksi atau impotensi.

Baca juga: Hati-Hati, Covid-19 Bisa Berpotensi Sebabkan Disfungsi Ereksi

Secara garis besar, disfungsi ereksi bisa didefinisikan sebagai ketidakmampuan penis untuk mempertahankan ereksinya ketika berhubungan seksual.

Biasanya hal ini disebabkan oleh kurangnya pasokan darah menuju penis karena peredaran darah yang kurang lancar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kurangnya hormon testosteron juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Keadaan ini sering kali membuat pria tidak percaya diri dan dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Dilansir dari Mayo Clinic, pria mengalami disfungsi ereksi seiring dengan bertambahnya usia.

Tidak hanya itu, kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes, depresi, dan lain sebagainya, juga dapat berkontribusi.

Selain memeriksakan diri kepada dokter untuk mengetahui penyebab disfungsi ereksi, konsumsi makanan tertentu juga sangat diperlukan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X