Kompas.com - 24/05/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi keguguran. SHUTTERSTOCK/KIEFERPIXIlustrasi keguguran.

KOMPAS.com - Keguguran berulang adalah kondisi saat ibu hamil mengalami keguguran lebih dari dua kali kehamilan.

Keluarnya janin dari rahim ibu hamil tanpa sengaja ini tak jarang meninggalkan luka mendalam dan menimbulkan rasa khawatir, apakah pasangan bisa memiliki momongan lagi di masa mendatang.

Namun, pasangan yang merasakan keguguran berulang tak perlu berkecil hati dan khawatir berlebihan.

Baca juga: Keguguran: Tanda, Penyebab, Cara Mencegah

Menurut penelitian dari Pusat Pengobatan Kesuburan & Reproduksi Washington University School of Medicine, lebih dari separuh ibu hamil yang mengalami keguguran berulang bisa melahirkan bayi yang sehat.

Kendati banyak peluang ibu hamil bisa melahirkan anak sehat, tapi ada baiknya kenali beberapa penyebab keguguran berulang berikut:

1. Masalah genetik pada embrio

Kelainan kromosom acak pada embrio sering jadi penyebab keguguran di awal kehamilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di beberapa kasus, kelainan kromosom yang dipengaruhi faktor keturunan bisa menyebabkan keguguran berulang.

Melansir UCLA Health, jika ibu hamil sudah mengalami keguguran lebih dari dua kali, ada baiknya pasangan melakukan pemeriksaan analisis kariotipe untuk memeriksan masalah genetik atau kromosom.

Dengan begitu, bisa diketahui kemungkinan kelainan pada orangtua yang bisa diwariskan kepada keturunannya dan mengakibatkan keguguran.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Hamil Lagi Setelah Keguguran?

2. Kelainan pada rahim

Sekitar 15 persen penyebab keguguran berulang disebabkan oleh masalah struktur rahim.

Kelainan pada rahim ini bisa terjadi karena bawaan sejak lahir; seperti rahim ganda, rahim yang terpisah, atau masalah rahim lainnya.

Selain itu, kelainan pada rahim yang cukup sering antara lain tumbuhnya miom atau polip dan memicu tumbuhnya jaringan parut.

Kendati terkadang tidak menimbulkan masalah kesehatan, kelainan pada rahim ini tak jarang jadi penyebab keguguran.

Untuk mengevaluasi masalah kesehatan ini, dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan USG, sinar-X, atau MRI rahim.

3. Gangguan endokrin

Gangguan endokrin seperti gangguan kelenjar tiroid, hipofisis, diabetes, atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) bisa jadi penyebab keguguran berulang.

Namun, wanita yang punya gangguan endokrin tak perlu berkecil hati jika ingin memiliki momongan.

Asalkan penyakit terkontrol, keguguran bisa dicegah dengan terapi hormon atau pendekatan medis lain untuk program kehamilan.

Baca juga: 5 Penyebab Keguguran yang Sering Terjadi

4. Gangguan pembekuan darah

Penyakit autoimun tertentu bisa membuat ibu memproduksi antibodi yang memicu pembekuan darah pada pembuluh darah.

Kondisi tersebut bisa membuat janin kekurangan nutrisi dan jadi penyebab keguguran.

Ibu hamil yang mengalami keguguran berulang karena masalah kesehatan ini perlu melakukan pemeriksaan trombofilia atau pembekuan darah.

5. Faktor lingkungan dan gaya hidup tak sehat

Faktor lingkungan seperti paparan bahan kimia tertentu, obat-obatan, rontgen juga bisa meningkatkan risiko keguguran.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebihan, minum kafein berlebihan, merokok, dan kegemukan pada calon ibu maupun ayah juga bisa menaikkan peluang keguguran.

Baca juga: 4 Tanda-tanda Keguguran yang Pantang Disepelekan

6. Penyebab yang belum diketahui secara pasti

Di luar penyebab keguguran berulang di atas, alasan keluarnya janin dari rahim ibu hamil tanpa sengaja belum diketahui secara pasti.

Apabila ibu hamil mengalami keguguran berulang, ada baiknya lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter yang ahli di bidang ini.

Dengan begitu, penyebab keguguran berulang secara pasti bisa diketahui dan masalah kehamilan ini bisa dicegah.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X