Kompas.com - 07/06/2021, 16:38 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa ketakutan setengah mati saat mendengar suarasirene ambulans?

Bisa jadi, hal itu karena adanya gangguan bernama fonobia. Fonofobia adalah gangguan kecemasan, bukan gangguan pendengaran.

Suara keras dan tak terduga yang tiba-tiba dapat menyebabkan serangan kecemasan pada seseorang yang menderita fonofobia.

Ketakutan tersebut bisa dipicu oleh adanya stres dan kecemasan.

Ketika mendengar suara yang keras secara tiba-tiba, manusia akan mengalami reaksi normal bereka kaget atau terkejut.

Terkejut itu sendiri merupakan reaksi normal, tetapi perbedaan utamanya adalah penderita fonofobia secara aktif takut akan kejadian seperti itu.

Baca juga: Kenali Apa itu Fobia, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasinya

Gejala

Gejala fonofobia bisa berupa berikut ini:

  • Keinginan untuk melarikan diri
  • Ketakutan yang intens terhadap suara keras
  • Keringat berlebihan
  • Detak jantung tak teratur
  • Mual atau pusing
  • Serangan panik
  • Pingsan
  • Perubahan suasana hati yang parah setelah mendengar suara keras.

Cara mengatasi

Perawatan fonofobia tergantung pada tingkat gejala yang dialami.

Perawatan yang diberikan bisa berupa terapi dengan menempatkan pasien di lingkungan yang memicu rasa takut secara terkendali.

Terapi bicara juga dapat membantu. Metode ini dilakukan dengan melalui konseling ke profesional kesehatan mental tentang pemicu, ketakutan, dan asal-usul kecemasan.

Cara ini dinilai efektif membantu pasien menjadi lebih rasional tentang ketakutan terhadap suara keras.

Baca juga: 7 Kegiatan Positif untuk Usir Depresi dan Kesepian

Selain itu, penderita fonofobia juga bisa melakukan relaksasi otot meditasi dan hipnoterapi.

Cara praktis lain untuk mengurangi rasa takut Anda adalah dengan mengontrol tingkat kebisingan di ruang terdekat Anda senyaman mungkin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.