Kompas.com - 07/06/2021, 16:38 WIB
Ilustrasi fonofobia Sharaf MaksumovIlustrasi fonofobia

KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa ketakutan setengah mati saat mendengar suarasirene ambulans?

Bisa jadi, hal itu karena adanya gangguan bernama fonobia. Fonofobia adalah gangguan kecemasan, bukan gangguan pendengaran.

Suara keras dan tak terduga yang tiba-tiba dapat menyebabkan serangan kecemasan pada seseorang yang menderita fonofobia.

Ketakutan tersebut bisa dipicu oleh adanya stres dan kecemasan.

Ketika mendengar suara yang keras secara tiba-tiba, manusia akan mengalami reaksi normal bereka kaget atau terkejut.

Terkejut itu sendiri merupakan reaksi normal, tetapi perbedaan utamanya adalah penderita fonofobia secara aktif takut akan kejadian seperti itu.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Takut Saat Mendengar Suara Ambulans? Hati-hati Fonofobia
Pernahkah Anda merasa ketakutan setengah mati saat mendengar suara sirene ambulans? Bisa jadi, hal itu karena adanya gangguan bernama fonobia.
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Kenali Apa itu Fobia, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasinya

Gejala

Gejala fonofobia bisa berupa berikut ini:

  • Keinginan untuk melarikan diri
  • Ketakutan yang intens terhadap suara keras
  • Keringat berlebihan
  • Detak jantung tak teratur
  • Mual atau pusing
  • Serangan panik
  • Pingsan
  • Perubahan suasana hati yang parah setelah mendengar suara keras.

Cara mengatasi

Perawatan fonofobia tergantung pada tingkat gejala yang dialami.

Perawatan yang diberikan bisa berupa terapi dengan menempatkan pasien di lingkungan yang memicu rasa takut secara terkendali.

Terapi bicara juga dapat membantu. Metode ini dilakukan dengan melalui konseling ke profesional kesehatan mental tentang pemicu, ketakutan, dan asal-usul kecemasan.

Cara ini dinilai efektif membantu pasien menjadi lebih rasional tentang ketakutan terhadap suara keras.

Baca juga: 7 Kegiatan Positif untuk Usir Depresi dan Kesepian

Selain itu, penderita fonofobia juga bisa melakukan relaksasi otot meditasi dan hipnoterapi.

Cara praktis lain untuk mengurangi rasa takut Anda adalah dengan mengontrol tingkat kebisingan di ruang terdekat Anda senyaman mungkin.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Masuk Angin
Masuk Angin
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Angin

Masuk Angin

Penyakit
11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.