Kompas.com - 23/06/2021, 21:02 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri. FREEPIKIlustrasi isolasi mandiri.

KOMPAS.com – Seseorang yang terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Tapi, hal itu harus atas sepengetahuan dokter atau petugas kesehatannya lainnya.

Dilansir dari Health Line, selain tanpa gejala, pasien Covid-19 dengan penyakit ringan atau sedang masih mungkin dipertimbangkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah jika dalam kondisi berikut:

  • Berusia di bawah 60 tahun
  • Tidak merokok
  • Tidak obesitas
  • Tidak memiliki penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, penyakit paru-paru kronis, kanker, penyakit ginjal kronis, imunosupresi

Baca juga: Tips Terhindar dari Penularan Virus Corona Varian Baru

Seorang dokter atau petugas kesehatan lainnya dapat menilai faktor risiko bersama dengan gejala pasien Covid-19, riwayat kesehatan pasien tersebut, dan kemampuan keluarga untuk mengelola perawatan.

Di mana, anggota keluarga perlu dipastikan bisa membatasi ruang bersama pasien.

Selain itu, agggota keluarga perlu mempraktikkan kebersihan yang direkomendasikan serta tahu bagaimana cara mengenali dan merespons tanda-tanda kesehatan yang memburuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang petugas kesehatan perlu menilai apakah rumah yang dimaksud cocok atau tidak untuk tempat isolasi mandiri dan perawatan pasien Covid-19, serta langkah-langkah pengendalian pencegahan infeksi yang tepat diterapkan.

Petugas kesehatan juga penting untuk mendukung pasien dan keluarga pasien di rumah, bisa melalui telepon, telemedicine, atau tim penjangkauan.

Tata cara melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19

Ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona ke orang lain di rumah selama dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Berikut adalah tata cara melakukan isolasi mandiri di rumah saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dimuat dalam laman resminya who.int:

1. Pasien harus tinggal di kamar terpisah

Jika hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan, maka jaga jarak setidaknya 1 meter dari pasien.

Pasien dan orang lain di ruangan yang sama harus memakai masker medis.

Baca juga: Jangan Keliru, Ini Cara Memakai Masker Kain yang Benar

2. Sediakan ventilasi yang baik di kamar pasien dan ruang bersama

Selain menyediaan ventilasi yang baik di berbagai ruangan di rumah, coba buka jendela jika memungkinkan dan aman untuk melakukannya.

3. Pasien harus memakai masker medis sesering mungkin

Pasien penting untuk terus memakai masker medis khususnya ketika tidak sendirian di dalam ruangan dan ketika jarak minimal 1 meter dari orang lain tidak dapat dipertahankan.

4. Pengunjung tidak boleh masuk ke dalam rumah

Jika ada tamu berkunjung, sebaiknya di luar rumah saja untuk mencegah penularan virus corona.

5. Batasi jumlah orang yang menemani di rumah

Jika memungkinkan, batasi jumlah pengasuh pasien Covid-19 hanya satu orang di rumah. Pengasuh ini sebaiknya harus dalam kondisi sehat tanpa punya riwayat penyakit.

6. Pengasuh dan anggota keluarga harus memakai masker medis saat berada di ruangan yang sama dengan pasien

Siapa saja yang berada satu ruangan bersama pasien Covid-19 di rumah harus terus memakai masker.

Selain itu, mereka harus:

  • Tidak boleh menyentuh masker atau wajah
  • Membuang masker setelah meninggalkan ruangan
  • Mencuci tangan sesudahnya

Baca juga: Cuci Tangan Pakai Air Dingin atau Air Hangat, Mana yang Lebih Baik?

7. Tidak boleh berbagai perlengkapan pribadi

Pasien harus memiliki piring, cangkir, peralatan makan, handuk, dan seprai khusus.

Peralatan ini harus dicuci dengan sabun dan air, serta tidak digunakan oleh orang lain di rumah.

8. Bersihkan permukaan barang yang disentuh

Permukaan benda yang sering disentuh oleh pasien harus dibersihkan dan didesinfeksi setidaknya setiap hari.

9. Setiap orang di rumah harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur

Siapa saja yang berada di rumah tempat isolasi mandiri wajib rajin mencuci tangan, terutama:

  • Setelah batuk atau bersin
  • Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan
  • Setelah menggunakan toilet
  • Sebelum dan sesudah merawat pasien
  • Ketika tangan terlihat kotor

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini 5 Manfaat Cuci Tangan Selama 20 Detik

10. Batuk atau bersin harus ditutup

Ketika batuk, siapa saja yang berada di rumah tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 harus menutip mulut dan hidung dengan siku yang tertekuk atau tisu sekali pakai.
Buang tisu segera setelah digunakan.

11. Limbah dari pasien harus dikemas dalam kantong tertutup yang kuat sebelum dibuang atau dibersihkan

Berbagai perlengkapan yang digunakan oleh pasien, seperti masker, handuk, speri, dan barang lain harus dikemas dalam kantong tertutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

Berapa lama pasien Covid-19 harus tinggal di rumah untuk isolasi mandiri?

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada dasarnya orang dengan Covid-19 perlu melakukan isolasi mandiri sampai mereka benar-benar tidak lagi dapat menularkan virus corona ke orang lain.

Berikut beberapa perkiraannya:

  • Pasien yang memiliki gejala harus tetap diisolasi selama minimal 10 hari setelah hari pertama mereka mengembangkan gejala, ditambah 3 hari lagi setelah akhir gejala, yakni ketika mereka tanpa demam dan tanpa gejala pernapasan
  • Orang tanpa gejala harus tetap diisolasi selama minimal 10-14 hari setelah dites positif Covid-19

Baca juga: Alasan Orang yang Sudah Divaksinasi Covid-19 Masih Bisa Terinfeksi dan Menularkan Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.