Kompas.com - 22/06/2021, 10:30 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. FreepikIlustrasi virus corona, Covid-19.

KOMPAS.com – Tidak sedikit orang mungkin masih beranggapan setelah mendapatkan dua dosis suntik vaksin Covid-19 dirinya akan kebal tidak mungkin terinfeksi maupun menulakan virus corona.

Apakah Anda termasuk orang yang berpikir demikian? Jika iya, sebaiknya ubah anggapan Anda.

Spesialis penyakit menular Dr. Lyssette Cardona, MD dari Cleveland Clinic, menjelaskan vaksinasi memang menjadi salah satu senjata terbaik untuk memerangi Covid-19. Tapi, dia menegaskan, vaksinasi tidak akan membuat siapa saja 100 persen kebal terhadap penyakit, sekalipun dalam kasus Covid-19 sudah mendapatkan dosis lengkap.

Baca juga: Tips Terhindar dari Penularan Virus Corona Varian Baru

“Tidak ada vaksin yang menawarkan perlindungan 100 persen terhadap penyakit, namun bisa memberikan Anda kesempatan yang lebih baik untuk melawan konsekuensi menular dari terpapar virus SARS-CoV-2,” jelas Dr. Cardona dimuat dalam laman Clevelan Clinic, Senin (14/6/2021).

Banyak orang mungkin berharap bisa segera terbebas dari pembasan sosial dan keharusan memakai masker setelah mendapatkan vaksinasi. Tapi, Dr. Cardona memperingatkan bahwa sekarang bukan saatnya untuk lengah. Meskipun sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, masih ada kemungkinan bagi siapa saja untuk bisa terinfeksi Covid-19.

Vaksinasi lengkap berarti seseorang telah menyelesaikan serangkaian vaksin Covid-19 seperti yang direkomendasikan untuk perlindungan terbaik terhadap komplikasi parah seperti rawat inap dan atau kematian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dr. Cardona sendiri pernah mendapati ada beberapa orang yang telah divaksinasi di antara dosis satu dan dua maupun orang yang telah menerima kedua dosis vaksin masih dinyatakan posistif atau terinfeksi Covid-19.

Bagaimana hal itu bisa terjadi, dia mengakitkan dengan risiko pajanan atau di mana orang berada dalam proses vaksinasi.

Baca juga: 15 Kondisi Orang yang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Dr. Cardona menerangkan, imunisasi dengan vaksin Covid-19 akan memberikan perlindungan terbaik dalam waktu dua pekan setelah divaksinasi penuh.

Apabila seseorang dinyatakan positof Covid-19 atau jatuh sakit beberapa hari kemudian, kemungkinan besar dirinya terpapar sebelum divasinasi penuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X