Kompas.com - 02/03/2021, 16:06 WIB
Ilustrasi masker kain. SHUTTERSTOCK/MARIA STUDIOIlustrasi masker kain.

KOMPAS.com – Tepat pada 2 Maret 2020, kasus Covid-19 pertama di Indonesia ditemukan.

Artinya, sudah setahun wabah virus corona terjadi di Tanah Air.

Berbagai pihak pun telah mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) demi mencapai target memutuskan rantai kasus infeksi Covid-19 atau setidaknya mengendalikan kasus infeksi.

Baca juga: Cara Menggunakan, Melepas, dan Membuang Masker yang Benar

Salah satunya, masyarakat sudah sering kali diminta untuk rajin mengenakan masker, terutama saat harus bepergian ke luar rumah.

Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah menerapkan salah satu petunjuk keselamatan ini dengan baik?

Dalam pemanfaat masker, masyarakat selama ini kerap dihadapkan dengan dua pilihan jenis masker, yakni masker medis (masker kain) dan masker nonmedis (masker bedah, masker N95).

Masing-masing jenis masker tersebut cenderung memiliki tata cara penggunaan yang berbeda.

Sebagai pengingat, berikut ini adalah tata cara memakai masker kain nonmedis dengan aman yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

Yang harus dilakukan:

  1. Cuci tangan Anda sebelum menyentuh masker
  2. Periksa permukaan masker apakah rusak atau kotor
  3. Sesuaikan posisi masker pada wajah, sehingga tidak ada celah di bagian samping
  4. Masker harus menutup mulut, hidung, dan dagu Anda
  5. Hindari menyentuh masker saat dikenakan
  6. Bersihkan tangan sebelum melepas masker
  7. Lepaskan masker dengan memegang tali yang ada di belakang telinga atau kepala
  8. Jauhkan masker dari wajah
  9. Simpan masker di dalam plastik bersih yang tertutup rapat jika tidak kotor atau basah, dan Anda ingin menggunakannya kembali
  10. Pegang tali masker untuk mengeluarkan dari dalam plastik
  11. Cuci masker dengan sabun atau detergen, sebaiknya dengan air panas, setidaknya 1 x sehari
  12. Cuci tangan Anda setelah melepas masker

Baca juga: Cuci Tangan Pakai Air Dingin atau Air Hangat, Mana yang Lebih Baik?

Yang harus dihindari:

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WHO,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Apa Penyebab Jerawat di Vagina?

Health
Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Bakterialis

Penyakit
5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

5 Cara Terapi Uap untuk Mengatasi Hidung Tersumbat

Health
Polisitemia Vera

Polisitemia Vera

Penyakit
Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Merasa Sakit di Bawah Payudara Kiri? Kenali Penyebabnya

Health
Oligomenore

Oligomenore

Penyakit
Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Mengapa Gigitan Nyamuk Terasa Gatal di Kulit?

Health
Tromboflebitis

Tromboflebitis

Penyakit
Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Nyeri Lengan Kiri Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Health
Bayi Berat Lahir Rendah

Bayi Berat Lahir Rendah

Penyakit
Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Bagaimana Penyakit Liver Bisa Menyebabkan Muntah Darah?

Health
Insufisiensi Aorta

Insufisiensi Aorta

Penyakit
10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

10 Penyebab Darah Haid Sedikit, Bisa Faktor Usia sampai Penyakit

Health
Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin

Penyakit
Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Awas, Sering Tahan Kecing Bisa Bikin Infeksi Saluran Kemih

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.