Kompas.com - 14/07/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi mendengarkan musik, audio, MP3. shutterstockIlustrasi mendengarkan musik, audio, MP3.

KOMPAS.com - Pada tahun 2009, para arkeolog yang menggali sebuah gua di Jerman selatan.

Mereka menemukan seruling yang diukir dari tulang sayap burung nasar.

Artefak ini merupakan alat musik tertua yang diketahui di bumi.

Hal ini menunjukkan bahwa orang telah membuat musik selama lebih dari 40.000 tahun.

Meskipun kita tidak dapat memastikan secara pasti kapan manusia mulai mendengarkan musik, para ilmuwan mengetahui bahwa mendengarkan musik bermanfaat bagi kita secara individu dan kolektif.

Inilah yang dikatakan penelitian tentang kekuatan musik untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional kita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dampak Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental

Sebuah studi berjudul “The psychological functions of music listening” mengatakan bahwa salah satu fungsi musik yang paling penting adalah untuk menciptakan perasaan kohesi atau keterhubungan sosial.

Ilmuwan evolusi mengatakan manusia mungkin telah mengembangkan ketergantungan pada musik sebagai alat komunikasi karena nenek moyang kita diturunkan dari spesies arboreal - penghuni pohon yang memanggil satu sama lain melintasi kanopi.

Musik tetap menjadi cara yang ampuh untuk menyatukan orang. Hal ini ditunjukkan dalam hal-hal berikut.

  • lagu kebangsaan menghubungkan orang banyak di acara olahraga
  • lagu protes membangkitkan rasa tujuan bersama selama pawai
  • hymne membangun identitas kelompok di rumah ibadah
  • lagu cinta membantu ikatan calon pasangan selama pacaran
  • lagu pengantar tidur memungkinkan orang tua dan bayi untuk mengembangkan keterikatan yang aman

Lalu, bagaimana musik bermanfaat bagi kita sebagai individu?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.