Kompas.com - 21/11/2021, 18:04 WIB

Plak dapat memicu respon imun yang pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan jaringan gingiva atau gusi.

Plak mungkin juga pada ujungnya dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut, termasuk gigi tanggal.

Plak gigi merupakan biofilm yang terakumulasi secara alami pada gigi.

Plak gigi biasanya terbentuk oleh kolonisasi bakteri yang mencoba menempel pada permukaan halus gigi.

Bakteri ini mungkin membantu melindungi mulut dari kolonisasi mikroorganisme berbahaya, tetapi plak gigi juga dapat menyebabkan kerusakan gigi, dan masalah periodontal seperti gingivitis dan periodontitis kronis.

Baca juga: 3 Cara Menghilangkan Plak Gigi Secara Alami

Ketika tidak dihilangkan secara memadai, plak dapat mengeras menjadi kalkulus atau karang gigi di dasar gigi dekat gusi.

Karang gigi kebanyakan memiliki warna kekuningan. Kalkulus ini hanya dapat dihilangkan oleh dokter gigi.

Plak dan karang gigi pada akhirnya bisa mengiritasi gusi, menyebabkan peradangan gusi di sekitar pangkal gigi. Ini berarti gusi menjadi mudah berdarah.

2. Perubahan hormon

Perubahan hormon apat terjadi selama masa pubertas, menopause, siklus menstruasi, dan kehamilan.

Gingiva mungkin menjadi lebih sensitif, meningkatkan risiko peradangan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.