Kompas.com - 27/11/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi afasia Ilustrasi afasia

KOMPAS.com - Afasia adalah masalah dengan berbicara, menulis, atau memahami bahasa.

Kondisi ini terjadi ketika bagian otak yang berkontribusi pada bahasa terluka.

Area bahasa otak termasuk lobus frontal, lobus temporal, dan lobus parietal.

Melansir dari Very Well Health, lobus frontal mengontrol kemampuan kognitif (berpikir), lobus temporal memproses ingatan, dan lobus parietal bertanggung jawab atas informasi tentang rasa, sentuhan, gerakan, dan suhu.

Fungsi bahasa terletak pada satu belahan (setengah) otak, yang disebut belahan dominan.

Biasanya, belahan otak yang dominan berada di sisi yang berlawanan sebagai tangan dominan Anda (tangan yang Anda gunakan untuk menulis).

Baca juga: 8 Cara Mudah Terhindar dari Penyakit Stroke

Afasia dapat terjadi sebagai akibat dari cedera pada otak, seperti stroke, cedera otak traumatis, tumor otak, atau infeksi otak.

Karena cara pembuluh darah diatur di otak, penyebab paling umum dari afasia adalah stroke.

Berikut ini tiga jenis afasia yang sering kali dialami oleh penderita stroke.

Afasia Broca / Afasia Motorik

Afasia Broca kadang-kadang disebut "afasia motorik."

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.