Kompas.com - 23/12/2021, 15:01 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah Anda mendapati kerak di kulit kepala yang terasa gatal, bersisik, dan muncul serpihan putih-putih ketombe membandel?

Kondisi ini bisa jadi tanda penyakit kulit dermatitis seboroik. Masalah kesehatan ini bisa dialami setiap orang, dari bayi, orang dewasa, sampai kalangan lansia.

Dermatitis seboroik termasuk penyakit kambuhan. Kerak kulit kepala ini bisa hilang dengan pengobatan tapi suatu saat bakal kumat.

Baca juga: 10 Penyebab Borok di Kepala, Tak Hanya Ketombe

Cara menghilangkan kerak kulit kepala

Cara menghilangkan kerak di kulit kepala perlu perawatan dengan sampo, obat, dan perubahan gaya hidup.

Melansir Mayo Clinic, berikut beberapa di antaranya:

  • Gunakan krim atau losion yang dapat mengontrol peradangan. Biasanya, dokter meresepkan obat oles yang mengandung kortikosteroid. Hindari sembarangan menggunakan obat ini tanpa pengawasan dokter. Obat ini apabila dosisnya tidak tepat bisa menyebabkan penipisan kulit
  • Selain obat antiperadangan, dokter terkadang juga merekomendasikan obat anti-jamur dalam bentuk pil, sampo, atau salep untuk kulit kepala berkerak
  • Oleskan bahan alami yang bersifat anti-peradangan; bisa dengan minyak tea tree atau lidah buaya
  • Cuci rambut secara teratur dengan sampo yang tepat khusus rambut berketombe. Biasanya, sampo untuk pemilik kulit kepala berkerak mengandung zinc pyrithione, selenium sulfida, ketoconazole, tar, atau asam salisilat
  • Jaga kelembapan kulit kepala agar tidak kering. Oleskan minyak mineral atau minyak zaitun ke kulit kepala seminggu sekali. Biarkan selama satu jam, lalu sisir rambut, baru cuci rambut dengan sampo sampai bersih
  • Hindari penggunaan produk penataan rambut seperti gel atau produk yang sifatnya keras. Produk penataan rambut yang keras bisa mengiritasi kulit kepala dan menyebabkan kerak semakin parah
  • Jangan menggunakan produk penataan dan perawatan rambut yang mengandung alkohol

Jika beragam cara menghilangkan kerak di kulit kepala di atas sudah dicoba tapi masalah kesehatan ini tak kunjung sembuh, coba konsultasikan lagi ke dokter.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Kerak di Kepala Bayi

Penyebab kerak di kulit kepala

Melansir Cleveland Clinic, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya kerak di kulit kepala, antara lain:

  • Pertumbuhan jamur di kulit kepala yang tidak normal
  • Kadar hormon androgen meningkat
  • Kadar lipid atau lemak di kulit yang meningkat
  • Peradangan
  • Faktor keturunan
  • Stres
  • Udara dingin dan kering
  • Kondisi kulit sangat berminyak
  • Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung alkohol
  • Penyakit kulit rosacea, psoriasis, atau jerawat
  • Gangguan saraf dan psikiatri; seperti penyakit parkinson dan depresi
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit HIV/AIDS, radang pankreas, kanker

Kendati masalah kesehatan ini relatif ringan, jangan sungkan berkonsultasi kepada ahlinya jika Anda merasakan kerak di kulit kepala mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 6 Cara Menghilangkan Ketombe Membandel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.