Kompas.com - 01/01/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Kehilangan memori jangka pendek, atau gangguan memori jangka pendek, adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat menyimpan informasi jangka pendek, atau melupakan informasi yang baru saja mereka terima.

Melupakan informasi baru secara sporadis terjadi pada hampir semua orang.

Sangat mudah untuk melupakan informasi baru jika seseorang tidak sepenuhnya memperhatikan, terganggu, atau tidak berusaha untuk mengingat informasi tersebut.

Orang harus menyadari bahwa kelupaan ringan juga merupakan bagian khas dari penuaan.

Baca juga: Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Gangguan Ingatan?

Terkadang, kondisi ini pun mengganggu aktivitas sehari-hari.

Beberapa tanda umum kehilangan memori jangka pendek meliputi:

  • menanyakan pertanyaan yang sama atau informasi yang sama berulang kali
  • bingung tentang apa yang mereka lakukan
  • mengalami kesulitan mengingat atau memahami informasi yang baru saja mereka terima
  • melupakan pengalaman atau peristiwa baru-baru ini
  • lupa di mana mereka meletakkan sesuatu
  • melupakan sesuatu yang baru saja mereka dengar di radio atau lihat di televisi

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami kehilangan memori jangka pendek.

Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, perubahan di otak cenderung berkembang secara perlahan, yang dapat membuat seseorang lebih pelupa daripada sebelumnya.

Namun, riset menunjukkan bahwa kehilangan memori bukanlah bagian yang tak terhindarkan dari penuaan, dan seiring bertambahnya usia, otak sebenarnya dapat mempertahankan kemampuan untuk membuat sel-sel otak baru dan membentuk koneksi saraf baru.

2. Penyakit neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif menyebabkan saraf di otak dan sistem saraf tepi kehilangan fungsi dan mati seiring waktu.

Banyak penyakit neurodegeneratif dapat menyebabkan kehilangan memori jangka pendek.

Beberapa penyakit neurodegeneratif yang paling umum yang terkait dengan kehilangan memori jangka pendek meliputi:

  • penyakit alzheimer
  • penyakit Huntington
  • penyakit Parkinson
  • demensia frontotemporal
  • Demensia tubuh Lewy
  • demensia vaskular

3. Cedera kepala

Banyak jenis cedera yang dapat merusak sel-sel otak dan berpotensi menyebabkan hilangnya memori jangka pendek sementara atau permanen.

4. Infeksi

Infeksi kronis atau parah di otak dan bagian tubuh lainnya dapat menyebabkan kehilangan ingatan.

Contohnya termasuk HIV dan ensefalitis.

Baca juga: Golongan Darah yang Berpotensi Terkena Gangguan Ingatan

5. Tumor

Tumor, baik kanker atau jinak, serta pertumbuhan abnormal lainnya di otak, berpotensi mengganggu fungsi otak dan memengaruhi memori jangka pendek.

6. Stroke dan henti jantung

Stroke atau serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan otak karena kekurangan oksigen di otak.

7. Obat-obatan

Banyak obat yang mempengaruhi fungsi otak dapat menyebabkan kehilangan memori sementara sebagai efek samping.

Beberapa obat yang umumnya dikaitkan dengan masalah memori meliputi :

  • obat kolesterol
  • obat anti ansietas
  • obat anti kejang
  • antidepresan trisiklik
  • penghilang rasa sakit
  • tinggi tekanan darah obat
  • obat parkinson
  • obat penenang atau obat tidur
  • obat inkontinensia
  • antihistamin

8. Kurang tidur

Kurang tidur dapat mengganggu fungsi otak.

Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya memori jangka pendek sementara.

9. Kondisi nyeri kronis

Beberapa kondisi yang menyebabkan nyeri kronis, seperti beberapa jenis radang sendi, dapat menyebabkan serangkaian masalah kognitif yang dikenal sebagai kabut otak.

Orang dengan kabut otak cenderung lebih pelupa, sulit belajar dan mengingat informasi baru, dan kesulitan mengingat ingatan dengan benar.

10. Epilepsi

Epilepsi dapat membuat lebih sulit untuk memproses informasi, membentuk dan menyimpan ingatan, dan mengingat informasi.

Baca juga: Mengenal Gejala Brain Fog, Gangguan Ingatan Penderita Covid-19

11. Penyebab lainnya

Beberapa kondisi lain dapat menyebabkan kehilangan memori jangka pendek.

Penyebab kurang umum dari kehilangan memori jangka pendek meliputi:

  • hipotiroidisme dan hipertiroidisme
  • hematom subdural
  • vaskulitis serebral
  • tidak mendapatkan cukup asam folat, vitamin B12, atau tiamin
  • gangguan penglihatan atau pendengaran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.