Kompas.com - 24/02/2022, 21:01 WIB

KOMPAS.com - Sebagian orang yang sembuh dari infeksi corona merasakan susah tidur setelah Covid-19.

Perubahan pola tidur ini membuat beberapa penyintas Covid-19 jadwal tidur lebih molor dibandingkan biasanya, tidur jadi tidak nyenyak, sampai ada yang terjaga sepanjang malam.

Sebelum menyimak beberapa cara mengatasi susah tidur setelah Covid-19, kenali dulu penyebab masalah ini.

Baca juga: Penyebab Rambut Rontok setelah Covid-19 dan Cara Mengatasinya

Penyebab susah tidur setelah Covid-19

Dilansir dari Sleep Foundation, studi yang diterbitkan Lancet Psychiatry menyebutkan, salah satu efek Covid-19 yang dilaporkan pengidap infeksi corona adalah susah tidur di malam hari atau insomsia.

Insomsia termasuk gejala long covid yang dilaporkan bersama gangguan neurologis dan kejiwaan lain seperti delirium sampai demensia.

Peneliti mengevaluasi laporan dari jaringan penelitian kesehatan global TriNetX. Mereka meneliti 236.000 pengidap Covid-19 berusia 26 tahun sampai 65 tahun.

Dari hasil penelitian, sekitar 5,4 persen penyintas infeksi virus corona mengalami susah tidur setelah Covid-19.

Dikutip dari NHS, ada beberapa kemungkinan penyebab susah tidur setelah Covid-19, antara lain:

  • Kurangnya paparan sinar matahari ketika harus menjalani isolasi di dalam kamar atau ruangan. Minimnya paparan sinar matahari ini mengurangi produksi hormon melatonin yang mengontrol rasa kantuk
  • Efek samping obat-obatan yang dikonsumsi untuk meringankan gejala Covid-19
  • Efek Covid-19 yang membuat penderita batuk, demam, sesak napas, hidung tersumbat, atau nyeri otot sehingga tidur jadi tidak nyaman
  • Penderita Covid-19 biasanya merasakan mudah lelah dan lemas, sehingga banyak istirahat sepanjang siang hari. Kondisi ini dapat memengaruhi siklus tidur di malam hari
  • Kondisi stres, cemas, dan khawatir ketika terpapar virus corona

Itulah beberapa hal yang bisa jadi penyebab seseorang jadi susah tidur setelah Covid-19.

Baca juga: Mudah Lelah setelah Covid-19, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Cara mengatasi susah tidur setelah Covid-19

Untuk meningkatkan kualitas tidur setelah Covid-19, Anda bisa menjajal beberapa cara berikut:

  • Upayakan untuk tidak minum kafein seperti kopi, teh, cokelat di malam hari. Batasi waktu minumnya maksimal pada sore hari
  • Jangan makan malam terlalu dekat dengan jadwal tidur, berikan jeda setidaknya dua jam dari jadwal tidur
  • Atur waktu olahraga agar tidak terlalu mepet dengan jadwal tidur, berikan jeda setidaknya dua jam
  • Sebelum tidur, lakukan aktivitas yang bikin pikiran rileks. Anda bisa membaca buku, mendengarkan musik, mandi air hangat, dll.
  • Memasuki waktu tidur, redupkan lampu kamar tidur, atur suhu ruangan yang pas, dan jaga suasana kamar tidur tidak terlalu bising
  • Jaga jadwal tidur dan bangun tidur konsisten atau sama setiap hari, termasuk di akhir pekan
  • Jauhkan segala peralatan elektronik seperti TV, tablet, telepon pintar dari tempat tidur
  • Jika tiba-tiba terjaga di tengah malam selama lebih dari 20 menit, coba beranjak dari tempat tidur. Coba lakukan aktivitas yang bikin pikiran rileks, lalu segera kembali ke tempat tidur saat sudah mengantuk
  • Hindari khawatir berlebihan ketika mata tak kunjung terpejam. Semakin khawatir susah tidur, Anda jadi semakin terjaga
  • Jalankan pola makan bergizi lengkap dan seimbang
  • Lakukan olahraga rutin, setidaknya seminggu dua kali

Jika beragam cara mengatasi susah tidur setelah Covid-19 di atas sudah dijajal tapi gangguan tidur ini tak kunjung sembuh, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter.

Terutama jika susah tidur sampai memengaruhi dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Batuk Pasca-Covid-19, Begini Cara Mengatasinya…

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

6 Cara Alami Mengatasi Diabetes

Health
16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

16 Penyebab Anosmia dan Ageusia, Tak Hanya Covid-19

Health
Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Apa Itu Intoleransi Laktosa?

Health
Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Jam Olahraga yang Baik untuk Menurunkan Berat Badan

Health
5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

5 Kandungan Keju Cheddar yang Perlu Diwaspadai

Health
10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

10 Penyakit yang Disebabkan Stres Perlu Diwaspadai

Health
Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Berapa Lama Bronkitis Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Health
3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

3 Manfaat Kesehatan dari Keju Cheddar

Health
Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Teh Tidak Bisa Sepenuhnya Berguna untuk Menurunkan Berat Badan

Health
6 Penyebab Gigi Sensitif

6 Penyebab Gigi Sensitif

Health
3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

3 Efek Samping dari Konsumsi Buah Tin

Health
Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Mengetahui dan Mempertahankan Level Gula Darah Normal

Health
10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

10 Tanda-tanda Leukemia pada Anak yang Orang Tua Harus Waspadai

Health
Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Bersyukur Saya Pernah Diabetes

Health
7 Manfaat Niacinamide untuk Kulit Wajah

7 Manfaat Niacinamide untuk Kulit Wajah

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.