Kompas.com - 09/05/2022, 14:00 WIB

3. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi interstitium

Interstitium adalah lapisan tipis dan halus di antara alveoli Anda.

Berbagai penyakit paru-paru mempengaruhi interstitium meliputi:

  • Penyakit paru interstisial (ILD): sekelompok kondisi paru-paru yang mencakup sarkoidosis, fibrosis paru idiopatik, dan penyakit autoimun.
  • Pneumonia dan edema paru juga dapat mempengaruhi interstitium Anda.

4. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi pembuluh darah

Sisi kanan jantung kita mendapat darah rendah oksigen dari pembuluh darah.

Kemudian, jantung memompa darah ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.

Pembuluh darah ini juga dapat memiliki penyakit, meliputi:

  • Emboli paru (PE): penyumbatan pada pembuluh darah di paru-paru yang biasanya disebabkan oleh gumpalan darah akibat pembekuan darah (biasanya di vena kaki bagian dalam, yang disebut deep vein thrombosis). Gumpalan itu menempel di arteri pulmonalis yang sering menyebabkan sesak napas dan kadar oksigen darah rendah.
  • Hipertensi paru-paru: banyak kondisi yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri pulmonalis. Penyakit ini dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada. Jika dokter Anda tidak dapat menemukan penyebabnya, mereka akan menyebutnya hipertensi arteri pulmonal idiopatik.

Baca juga: 6 Hal Pemicu Kanker Paru-paru

5. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi pleura

Pleura adalah lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru Anda dan melapisi bagian dalam dinding dada Anda.

Penyakit paru-paru pada pleura meliputi:

  • Efusi pleura: menumpuknya cairan di ruang antara paru-paru dan dinding dada. Pneumonia atau gagal jantung biasanya menyebabkan hal ini. Efusi pleura yang besar dapat membuat sulit bernapas dan mungkin perlu dikeringkan.
  • Pneumotoraks: udara dapat masuk ke ruang antara dinding dada dan paru-paru, sehingga paru-paru kolaps.
  • Mesothelioma: bentuk kanker jaringan (pleura) yang melapisi paru-paru, lambung, jantung, dan organ dalam lain. Penyakit ini termasuk langka.

6. Penyakit paru-paru yang mempengaruhi dinding dada

Dinding dada juga memiliki peran penting dalam pernapasan.

Otot-otot menghubungkan tulang rusuk satu sama lain, membantu dada Anda mengembang.

Diafragma turun setiap napas, juga menyebabkan ekspansi dada.

Penyakit yang mempengaruhi dinding dada meliputi:

  • Sindrom hipoventilasi obesitas: beban ekstra di dada dan perut yang bisa membuat dada sulit mengembang untuk bernapas. Hal ini dapat menyebabkan masalah pernapasan yang serius.
  • Gangguan neuromuskular: kesulitan bernapas ketika saraf yang mengontrol otot-otot pernapasan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sklerosis lateral amiotrofik dan miastenia gravis adalah contoh penyakit paru neuromuskular.

Baca juga: Polusi Udara Sebabkan Kanker Paru-paru

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.