Kompas.com - 10/05/2022, 16:01 WIB

KOMPAS.com - Penyumbatan pembuluh darah jantung bisa disebabkan penumpukan zat sampai lemak di dalam pembuluh darah arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

Dilansir dari British Heart Foundation, penyumbatan pembuluh darah jantung lambat laun bisa memicu gejala penyakit yang khas seperti nyeri dada.

Namun, terkadang penyakit ini bersemayam di dalam tubuh selama beberapa puluh tahun tanpa disadari pengidapnya.

Baca juga: 9 Gejala Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Perlu diingat, plak atau zat berbahaya yang menumpuk di pembuluh darah jantung terkadang bisa pecah.

Akibatnya, darah yang melewati pecahan plak bisa menggumpal dan menyumbat seluruh bagian pembuluh darah jantung atau arteri. Kondisi ini bisa mengakibatkan serangan jantung yang berdampak fatal.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, Simak penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung dan faktor risikonya.

Penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung bisa berasal dari kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri koroner.

Sebagai informasi, arteri koroner adalah pembuluh darah yang memasok darah kaya oksigen ke otot jantung. Dengan asupan ini, jantung bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal.

Setelah dinding bagian dalam pembuluh darah arteri jantung rusak, timbunan lemak atau plak yang terbuat dari kolesterol, produk limbah, sampai kalsium bakal menumpuk di sana.

Selain itu, ketika permukaan plak di pembuluh darah pecah, sel pembeku darah secara alami bakal membuat gumpalan darah untuk menambalnya.

Namun, terkadang gumpalan darah ini ketika terbentuk berlebihan justru bisa mempersempit dan memicu penyumbatan pembuluh darah jantung.

Kondisi seperti ini bisa berjalan secara cepat atau lambat. Bahkan, di beberapa kasus ada yang terjadi selama puluhan tahun sebelum memasuki masa remaja.

Baca juga: 13 Gejala Penyakit Jantung yang Kerap Tidak Disadari Pengidapnya

Ada beberapa faktor yang bisa merusak dan berujung jadi penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung, di antaranya:

  • Usia tua

Penyumbatan pembuluh darah rentan dialami orang lanjut usia (lansia), terutama di usia 60 tahun ke atas. Terutama bagi kalangan lansia yang pada masa muda punya gaya hidup tidak sehat.

  • Faktor keturunan

Orang yang memiliki orangtua atau saudara yang punya riwayat penyakit jantung lebih berisiko terkena penyumbatan pembuluh darah jantung ketimbang orang yang terlahir dari keluarga sehat.

  • Perokok aktif dan pasif

Perokok aktif maupun pasif yang hanya menghirup asap rokok dari orang sekitarnya juga lebih rentan terkena penyakit ini.

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak dikontrol bisa menyebabkan pembuluh darah arteri jantung mengeras dan menebal. Kondisi ini membuat saluran tersebut menyempit dan lebih mudah tersumbat.

  • Kolesterol tinggi

Meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah bisa meningkatkan risiko terbentuknya plak di pembuluh darah jantung.

Baca juga: 9 Gejala Penyakit Jantung Koroner yang Pantang Diabaikan

  • Penyakit diabetes

Penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit penyumbatan pembuluh darah jantung memiliki faktor risiko yang sama, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.

  • Kegemukan atau obesitas

Kegemukan atau obesitas bisa memperburuk faktor risiko penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung lainnya. Badan tidak kegemukan tapi perut buncit juga bisa memicu masalah kesehatan ini.

  • Kurang gerak dan jarang olahraga

Kurang gerak dan jarang olahraga juga memiliki kaitan erat dengan penyumbatan pembuluh darah jantung dan beberapa faktor risiko lainnya.

  • Stres berlebihan

Hidup dengan tingkat stres berlebihan yang tidak dikelola dengan baik bisa merusak pembuluh darah jantung. Kondisi ini juga bisa memperburuk faktor risiko lain terkait penyakit jantung.

  • Pola makan tidak sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, lemak trans, gorengan, makanan berpengawet, makanan cepat saji, dan asupan manis juga bisa meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung.

Baca juga: 15 Penyebab Penyakit Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

  • Gangguan tidur apnea

Gangguan tidur apnea yang membuat napas berhenti tiba-tiba saat tidur secara tidak langsung bisa jadi penyebab penyumbatan pembuluh darah jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah naik dan membuat kerja jantung semakin berat.

  • Tingkat peradangan tinggi

Penderita penyumbatan pembuluh darah jantung cenderung sering mengalami peradangan. Ketika terjadi peradangan, tubuh secara alami mengeluarkan protein C-reaktif sensitivitas tinggi (hs-CRP) dalam jumlah besar. Kondisi ini biasanya dialami penderita penyakit autoimun.

  • Kadar homosistein tinggi

Homosistein adalah asam amino yang bertugas memproduksi protein untuk membangun dan merawat jaringan tubuh. Namun, kadar homosistein tinggi bisa meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung.

  • Preeklamsia

Komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein urine tinggi ini bisa menyebabkan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung meningkat di kemudian hari.

  • Konsumsi alkohol berlebihan

Kebiasaan minum minuman beralkohol terutama yang berlebihan dapat merusak otot jantung. Kondisi ini juga bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah jantung dan penyakit jantung lainnya.

Jika Anda merasa memiliki faktor risiko penyebab penyumbatan pembuluh darah di atas, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu, penyakit ini bisa dicegah agar tidak sampai berdampak fatal.

Baca juga: 6 Jenis Penyakit Jantung dan Ciri-cirinya

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.