Kompas.com - 18/05/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Stres adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa kita hindari.

Namun, terkadang stres yang berlebihan bisa memicu gejala fisik, salah satunya terlambatnya masa menstruasi.

Ahli obstetri dan ginekologi Swapna Kokollinkonda juga mengatakan bagwa stres memang bisa mempengaruhi sikluks menstruasi.

Pengaruh stres terhadap menstruasi

Hipotalamus adalah bagian otak yang mengontrol menstruasi Anda. Bagian ini sensitif terhadap faktor eksternal seperti olahraga, tidur, stres atau drama keluarga.

Ketika bekerja dengan benar, hipotalamus melepaskan bahan kimia yang merangsang kelenjar pituitari, yang kemudian merangsang ovarium Anda untuk melepaskan hormon estrogen dan progesteron yang memicu menstruasi.

Namun saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol. Hormon ini dapat mengacaukan interasi antara hipotalamus, hipofisis, dan ovarium sehingga fase menstruasi menjadi tidak teratur.

Baca juga: Flu Tulang

"Saat stres, tubuh Anda memproduksi kortisol. Tergantung pada bagaimana tubuh Anda mentolerir stres, kortisol dapat menyebabkan periode tertunda atau ringan," ucap Kokollinkonda .

Bahkan, stres berlebihan bisa membuat tubuh sama sekali tidak mengalami periode menstruasi.

"Jika stres berlanjut, Anda bisa tidak mengalami menstruasi untuk waktu yang lama," ucap Kollikonda.

Stres berlebihan

Ada banyak penyebab stres mulai dari hari yang buruk hingga pandemi yang membuat kita hanya bisa berdiam diri di rumah selama berbulan-bulan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.