Kompas.com - 18/05/2022, 05:40 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BERSYUKUR pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menambah program imunisasi program imunisasi rutin lengkap, yaitu PCV, rotavirus, dan HPV. Penambahan jenis vaksin itu untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak. Dua problem besar di Indonesia, pertama adalah kematian ibu, dan kedua kematian anak.

Secara spesifik, vaksin PCV bertujuan untuk mencegah penyakit radang paru, radang selaput otak, radang telinga yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. Vaksin rotavirus untuk mencegah diare berat dan komplikasinya yang disebabkan oleh virus rota. Sementara vaksin HPV untuk mencegah kanker leher rahim (kanker serviks) pada perempuan.

Kematian ibu di Indonesia banyak diakibatkan oleh kanker, yakni kanker serviks dan kanker payudara. Angka kematian karena kanker serviks masih sangat tinggi di Indonesia, walaupun program skrining telah dilakukan sejak lama. Namun angka kematian karena kanker serviks tidak pernah turun hingga saat ini.

Baca juga: Selain Vaksin Kanker Serviks, Vaksin Rotavirus Juga akan Diberikan Gratis

Cakupan skrining pada perempuan di Indonesia masih sangat rendah, dengan kisaran 5-10 persen. Angka itu sangat rendah dibandingkan dengan program WHO (Organisasi Kesehatan Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB) bahwa target angka cakupan skrining kanker serviks 70 persen. Dengan dimasukkannya vaksin kanker serviks dalam progam imunisasi rutin oleh pemerintah dan warga diwajibkan vaksin kanker serviks maka vaksin ini akan berikan secara gratis di Indonesia.

Angka kematian karena kanker serviks tinggi

Vaksin ini mencegah sesorang tertular infeksi HPV yang menyebabkan terjadinya kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada mulut rahim perempuan.

Tahun 2020, kasus baru kanker serviks menempati peringkat nomor dua di Indonesia dengan angka kejadian 36.633 per tahun. Setiap harinya terjadi 100 kasus baru di tahun 2020. Angka kematian kanker serviks nomor tiga di Indonesia setelah kanker paru-paru dan kanker payudara dengan kasus kematian 21.003.

Setiap harinya 57 orang meninggal akibat kanker serviks. Angka kematian akibat kanker serviks lebih tinggi dibandingkan angka kematian ibu dengan angka kejadian 4672 jiwa di tahun 2020.

Kanker serviks terjadi karena infeksi pada mulut rahim yang disebabkan oleh virus human papiloma atau sering disebut human papilloma virus (HPV). Terdapat dua kelompok tipe HPV yaitu HPV risiko rendah dan risiko tinggi.

Kelompok HPV risiko rendah (tipe 6, 11, 40, 42, 43, 44, 54, 61, 70, 72, 81) dikaitkan sebagai penyebab penyakit kondiloma akuminatum atau sering dikenal dengan penyakit kelamin menular jengger ayam serta tidak bersifat onkogenik dan kelompok HPV tipe risiko tinggi (16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68) khususnya tipe 16, 18 yang dapat menyebabkan kanker serviks dan bersifat onkogenik.

Virus ini masuk ke sel leher rahim, berkembang biak tak terkendali, hingga akhirnya merusak kinerja sel, memunculkan tumor, dan berubah menjadi kanker. Kanker serviks bukanlah suatu penyakit menular akan tetapi virus HPV sebagai penyebab kanker serviks yang bisa menular.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.