Kompas.com - 24/06/2022, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Kanker paru, kanker payudara, serta kanker serviks merupakan penyumbang terbesar kasus kematian karena penyakit kanker.

Hal ini dijelaskan dalam webinar berjudul "Imunoterapi Memberi Harapan Baru Bagi Pasien Kanker" yang diselenggarakan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama MSD Indonesia.

Dalam webinar tersebut, Ketua YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menjelaskan bahwa kasus baru dan kematian akibat kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks harus ditindak dengan benar.

Baca juga: Mengenal Biopsi Payudara, Tahapan Pemeriksaan Kanker

Salah satu caranya yaitu dengan edukasi ke masyarakat mengenai penyakit kanker tersebut, beserta pencegahan dan opsi perawatannya.

Imunoterapi terobosan baru bagi pasien kanker

Lebih lanjut Aru menjelaskan, dunia medis memiliki terobosan baru untuk meningkatkan harapan hidup para penyintas kanker yaitu terapi pengobatan imunoterapi.

Imunoterapi merupakan salah satu modalitas terapi kanker selain pembedahan, radioterapi, terapi hormonal, terapi target dan kemoterapi.

Ini merupakan bentuk inovasi pengobatan kanker terbaru yang dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh individu untuk mengenali, menyerang, dan menghancurkan sel kanker.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menjelaskan manfaat imunoterapi untuk pengobatan kanker paru, kanker payudara, kanker serviks Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menjelaskan manfaat imunoterapi untuk pengobatan kanker paru, kanker payudara, kanker serviks

"Kombinasi imunoterapi dengan kemoterapi sebagai pengobatan lini pertama bagi pasien TNBC (sel kanker payudara dengan tingkat agresivitas tinggi) dengan tumor yang memiliki nilai ekspresi PD-L1 tertentu dapat mengurangi resiko kematian hingga 27 persen dibandingkan dengan pemberian kemoterapi saja,” ujar Aru.

Baca juga: 5 Makanan Pembunuh Sel Kanker Payudara

Imunoterapi beri harapan baru bagi penyintas kanker

Pasien kanker paru stadium lanjut dan memiliki ekspresi PD-L1 dengan nilai tertentu, yang diterapi dengan imunoterapi memiliki angka harapan hidup 5-tahun hingga 31,9 persen.

Artinya, imunoterapi memberikan angka harapan hidup 5 tahun sebesar empat kali lebih tinggi dibandingkan standar pengobatan kemoterapi dan menurunkan angka resiko terjadinya efek samping berat hingga 22 persen.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.