Kompas.com - 30/06/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah Anda bersendawa ketika makan bersama orang lain? Hal semacam itu tentu terdengar memalukan, bukan?

Sendawa sebenarnya hal yang normal dan bisa terjadi pada siapa saja. Menurut ahli gastroenterologi Alison Schneider, sendawa adalah cara tubuh mengeluarkan gas berlebih dari perut Anda.

Saat kita menelan makanan atau minuman, makanan atau minuman itu melewati saluran yang disebut kerongkongan dan masuk ke perut.

"Di sanalah asam lambung dan enzim pencernaan bekerja untuk memecah makanan menjadi nutrisi yang kita gunakan untuk energi. Gas tercipta dalam proses ini," tambahnya.

Kita juga bisa menelan udara bersama makanan atau minuman. Gas-gas itu bisa naik kembali melalui kerongkongan Anda. Bersendawa adalah cara tubuh kita mengeluarkan gas berlebih.

"Minuman berkarbonasi bisa menciptakan gas berlebih dalam tubh dan paling banyak memicu sendawa.

Jika Anda mengalami heartburn, Anda mungkin juga sering mengalami sendawa.

"Heartburn adalah kondisi ketika asam mengalir mundur dari perut ke kerongkongan, tabung berotot yang menghubungkan mulut ke perut,” ucap Schneider.

Kondisi ini juga dikenal dengan refluk asam atau refluks gastroesofageal (GERD). Saat penyakit tersebut kambu, ada kemungkinan untuk mengalami sendawa.

Baca juga: Petai Bisa Jadi Obat Alternatif Diabetes, Kok Bisa?

Masalah kesehatan yang memicu sendawa

Meskipun sendawa adalah hal yang normal, sendawa berlebihan juga mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Berikut masalah kesehatan yang sering memicu sendawa berlebihan:

1. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

Kondisi ini terjadi saat asam di lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan dapat menyebabkan gejala heartburn.

2. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan atau dispepsia adalah kondisi umum yang terkait dengan ketidaknyamanan di daerah perut bagian atas. Gejala dispepsia bisa berupa sendawa, kembung, heartburn, dan mual.

Baca juga: 3 Penyakit Ancam Anak Indonesia, tapi Bisa Dicegah dengan Imunisasi

3. Rada perut

Hal ini terjadi saat terdapat peradangan pada laposan perut. Peradangan ini memicu rasa sakit atau ketidaknyamanan perut baguan atas, mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan.

4. Infeksi Helicobacter pylori

Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi pada lambung. Hal ini dapat dikaitkan dengan gastritis dan tukak lambung.

Gejalanya meliputi sakit perut, rasa penuh, kembung, bersendawa, dan mual.

5. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus adalah sekumpulan gejala gangguan pencernaan seperti kembung, gas, sakit perut, diare, atau sembelit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.