Kompas.com - 29/06/2022, 21:01 WIB

KOMPAS.com - Cerebral palsy adalah kerusakan otak yang memengaruhi gerakan, kontrol otot, koordinasi, refleks, dan postur tubuh.

Cerebral palsy bisa muncul sejak bayi baru dilahirkan. Kondisi ini membuat anak kelak susah berjalan, tumbuh kembangnya terhambat, sampai mengalami gangguan intelektual. ??

Kenali penyebab cerebral palsy pada bayi berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai para orangtua berikut.

Baca juga: Kenali Apa itu Cerebral Palsy, Penyebab Gangguan Perkembangan Anak

Penyebab cerebral palsy pada bayi

Dilansir dari PregnancyBirthBaby, cerebral palsy pada bayi bisa disebabkan kerusakan atau cedera otak sebelum, saat, atau setelah bayi dilahirkan. Berikut beberapa faktornya:

  • Bayi lahir prematur
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Infeksi virus pada ibu hamil, seperti rubella
  • Bayi kekurangan nutrisi tertentu saat masih di dalam kandungan
  • Bayi kekurangan oksigen saat persalinan atau di dalam kandungan, misalkan karena terlilit tali pusar
  • Infeksi bakteri pada ibu hamil, seperti infeksi saluran kencing
  • Golongan darah bayi tidak sesuai dengan ibunya
  • Stroke pada janin di dalam kandungan
  • Bayi baru lahir mengalami cedera otak, bisa karena jatuh setelah bayi lahir, kepala terguncang kencang, atau cedera saat persalinan
  • Penyakit kuning parah saat bayi lahir
  • Faktor genetik

Terkadang, penyebab cerebral palsy pada bayi bisa berasal dari beberapa faktor di atas. Ada juga yang tidak diketahui secara pasti.

Baca juga: 10 Penyebab Cerebral Palsy pada Anak, Bisa dari Infeksi sampai Cedera

Tanda-tanda cerebral palsy pada bayi

Dilansir dari CerebralPalsyAlliance, ada beberapa tanda-tanda cerebral palsy pada bayi yang perlu diwaspadai:

  • Bayi terkulai saat diangkat
  • Bayi tidak mampu mengangkat kepalanya sendiri ketika berbaring tengkurap atau dalam posisi duduk yang ditopang
  • Otot bayi kaku atau sering terlihat kejang-kejang
  • Refleks, kontrol otot, dan postur bayi buruk
  • Tumbung kembang bayi terlambat, belum bisa tengkurap sampai usianya enam bulan
  • Tidak bisa menelan ASI atau makanan tambahan
  • Bayi cenderung hanya menggunakan satu sisi tubuh

Cara mendeteksi cerebral palsy dengan pasti membutuhkan beberapa tes. Namun, kondisi ini belum dapat terdeteksi selama kehamilan.

Setelah mengenali penyebab cerebral palsy pada bayi dan gejalanya di atas, para orangtua bisa mengantisipasi masalah kesehatan ini.

Terutama dengan menjaga kesehatan ibu hamil dan meminimalkan risiko cedera saat persalinan.

Baca juga: 7 Gangguan Tumbuh Kembang Anak yang Perlu Diwaspadai

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.