Dr (Cand) Sri Safitri, ST, M.Eng
Head of Education Ecosystem PT Telkom Indonesia Tbk

Dr (Cand) Sri Safitri, ST, M.Eng adalah Head of Education Ecosystem PT Telkom Indonesia Tbk. Sebelumnya adalah Direktur Marketing Telkomtelstra, perusahaan patungan Telkom Indonesia dan Telstra Australia.
Uni Fitri, sapaannya, juga pembicara internasional dan aktif di asosiasi industri seperti ACIOA (ASEAN CIO Association) sebagai Konselor Indonesia.
Saat ini, juga menjabat Wakil Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Co-Founder Indonesia Blockchain Society (IBS), Ketua Umum Indonesia CX Professional (ICXP), dan President FAST (Forum Alumni Universitas Telkom) 2021-2025.

Artificial Intelligence Bidang Kesehatan di Indonesia

Kompas.com - 22/07/2022, 06:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

KECERDASAN buatan (Artificial Intelligence/AI), rasa-rasanya takkan bisa dibendung untuk menyelusup dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat global umumnya dan khususnya Indonesia.

Terlebih dalam episode panjang pandemi yang naik turun saat ini, maka sesungguhnya bicara AI tak lagi sekadar bicara teknologi informasi komunikasi.

Simak dua best practise AI di bidang kesehatan mutakhir. Pertama, para peneliti Rutgers University sebagaimana dipublikasikan jurnal ilmiah Human Genetics (2022), telah menggabungkan pengurutan genom dengan teknik pembelajaran mesin (machine learning).

Menurut penelitian Rutgers University ini, analisis khusus genom wanita dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinannya mengalami salah satu bentuk keguguran yang paling umum.

Pengetahuan ini, menurut para ilmuwan, dapat membantu para pasien dan para dokter membuat penilaian yang lebih terdidik tentang pilihan reproduksi dan strategi perawatan kesuburan mereka.

Dalam studi ini, para peneliti Rutgers menerapkan sebuah teknik yang menggabungkan pengurutan genom dengan metode pembelajaran mesin untuk memprediksi kemungkinan seorang wanita keguguran karena aneuploidi sel telur (sel telur manusia dengan jumlah kromosom yang tidak normal).

AI dengan segala metodenya benar-benar sudah melampaui naturalnya di bidang TIK. Namun juga di bidang kesehatan manakala infertilitas menjadi kondisi kesehatan reproduksi yang serius yang memengaruhi sekitar 12 persen wanita usia reproduksi di Amerika Serikat.

Kedua, dengan menggabungkan algoritma pembelajaran mendalam dan metode statistik, peneliti dari Institute of Evolutionary Biology (IBE), Centro Nacional de Análisis Genómico (CNAG-CRG) dari Center for Genomic Regulation (CRG) dan Institute of Genomics di Universitas Tartu telah mengidentifikasi dalam genom individu Asia, jejak nenek moyang yang tak diketahui pada puluhan ribu tahun yang lalu.

Seperti dipublikasikan jurnal Nature Communications (2019), analisis komputasi DNA manusia modern menunjukkan bahwa spesies nenek moyang yang punah tersebut adalah hibrida dari Neanderthal dan Denisovans dan dikawinkan silang dengan manusia modern Out of Africa di Asia.

Para peneliti tersebut kembali menggunakan pendekatan AI, yakni pembelajaran mesin untuk menjelaskan evolusi manusia, membuka jalan bagi penerapan teknologi ini dalam pertanyaan lain dalam biologi, genomik, dan evolusi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.