Kompas.com - 16/11/2022, 16:31 WIB

KOMPAS.com - Kelebihan berat badan kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker. Sebuah penelitian terkini bahkan menunjukkan bahwa obesitas dapat menggandakan risiko kanker rahim pada wanita.

Kanker rahim disebut juga dengan kanker endometrium. Ini merupakan kondisi saat sel kanker tumbuh atau menyerang bagian dalam rahim (uterus).

Sama halnya dengan jenis kanker lain, kanker rahim umumnya baru menunjukkan gejala saat kondisinya sudah parah.

Baca juga: 7 Faktor Risiko Kanker Endometrium yang Perlu Anda Ketahui

Seorang wanita yang didiagnosis kanker endometrium umumnya menunjukkan beberapa gejala berikut:

  1. perdarahan abnormal, bisa terjadi setelah menopause (henti haid) atau di antara siklus menstruasi
  2. mual-mual
  3. rahim nyeri saat berhubungan seksual (penetrasi)
  4. kesakitan atau nyeri hebat di area panggul
  5. panggul terasa berat

 

Kelebihan berat badan tingkatkan risiko kanker rahim

Wanita yang memiliki berat badan berlebih rupanya berisiko terkena kanker rahim. Hal itu dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Emma Hazelwood dkk dari University of Bristol Inggris.

Pada penelitian tersebut, para ahli menganalisis sampel genetik dari sekitar 120.000 wanita di Amerika Serikat, Australia, Belgia, Jerman, Polandia, Swedia dan Inggris, 13 ribu di antaranya adalah penderita kanker rahim.

Terlihat bahwa wanita obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi memiliki risiko 88 persen lebih tinggi menderita kanker rahim.

"Obesitas memang sering dikaitkan dengan risiko kanker rahim. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko akan berlipat ganda apabila wanita tidak berusaha menurunkan berat badan," ujae Hazelwood dalam rilis berita Cancer Research UK.

Melihat adanya peningkatan risiko kanker rahim karena obesitas, peneliti menyebutkan cara untuk mencegah kanker rahim yaitu dengan menjaga berat badan seimbang.

Anda dapat mengubah gaya hidup dengan mengatur pola makan, diet sehat, dan olahraga teratur demi menurunkan berat badan. Sebelum mengubah gaya hidup, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Baca juga: Hati-hati, Sering Pakai Pelurus Rambut Kimia Bisa Kena Kanker Rahim

Faktor risiko kanker rahim

Selain obesitas, ada beberapa kondisi atau faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita, antara lain:

  1. Fluktuasi hormon: peristiwa turun naik hormon progesteron dan estrogen mengakibatkan perubahan pada endometrium atau rahim. Risiko kanker rahim terjadi apabila hormon estrogen meningkat, progesteron tidak.
  2. Belum pernah hamil: wanita yang belum pernah hamil punya risiko dua kali lebih besar mengidap kanker endometrium.
  3. Menstruasi terlalu awal: beberapa wanita yang mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause di umur 55 tahun ke atas berisiko terkena kanker rahim. Hal itu karena semakin lama menstruasi, semakin banyak paparan estrogen yang mengganggu endometrium.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.