Kompas.com - 22/11/2022, 16:35 WIB

KOMPAS.com - Vaksinasi harian Covid-19 rata-rata sepekan terakhir pada 21 November 2022 di seluruh Indonesia mencapai 51.841.

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mewakili Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), angkanya menurun dari rata-rata sepekan sebelumnya pada 14 November yang sebanyak 59.665.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 untuk dosis primer 70 persen dari seluruh jumlah populasi setiap negara.

Hal tersebut demi mencapai epidemi Covid-19 di seluruh dunia, di mana infeksi virus terkendali, tidak menyebabkan keparahan penyakit dan kematian tinggi.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Vaksin dan Prokes Diperlukan

"Untuk mencapai target vaksinasi Covid-19 dosis primer 70 persen dair total populasi Indonesia, kita harus vaksinasi 17,5 juta sasaran lagi," kata Koordinator Riset Inovasi Agro, Farmasi dan Pariwisata (KPC-PEN), Leni Rosylin dalam Seminar Publik "Dukung Vaksinasi Booster, Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku" pada Selasa (22/11/2022).

Menurut data KPC-PEN, pencapaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebagai berikut:

  • Dosis 1: 204.687.297 atau 75,8 persen dari populasi
  • Dosis 2: 171.616.259 atau 63,5 persen dari populasi
  • Dosis 3 (booster): 65.783.088 atau 24,3 persen dari populasi
  • Dosis 4 (booster khusus petugas kesehatan): 729.562 atau 0,3 persen dari populasi

"Di 3 pekan terakhir laju vaksinasi Covid-19 kita berada pada 50.000-60.000 suntikan per hari. Dengan laju yang sekarang, kita butuh waktu sekitar 1 tahun untuk mencapai target 70 persen," ungkap Leni.

Jika target 70 persen dikebut untuk akhir 2022, butuh peningkatkan laju vaksinasi yang sangat tinggi.

Baca juga: Antibodi Covid-19 Penduduk Indonesia Meningkat, Vaksin Jadi Faktor


Menurut perhitunganya dan tim, "Kecepatan laju vaksinasi butuh ditingkatkan menjadi sekitar 450.000 suntikan per hari atau 7,5 sampai 9 kali lipat dari kecepatan sekarang."

Itu bisa sangat menantang dengan memperhitungkan ketersediaan vaksin, SDM kesehatan, dan menyisir sasaran yang belum divaksinasi Covid-19.

"Kami lihat sekarang mencari orang untuk ingin divaksin sudah susah. Yang bisa kita maksimalkan adalah memberikan vaksin dosis kedua dan booster bagi mereka yang sudah suntik dosis pertama," terangnya.

Hal serupa dikeluhkan oleh Andi Seto Gadhista Asapa, Bupati Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan bahwa betapa sulitnya mendorong masyarakat khusus di daerah terpencil Indonesia untuk vaksinasi Covid-19.

"Di Indonesia khusus di daerah-daerah terpencil untuk mendorong vaksinasi itu luar biasa susahnya. Bahkan, keterlibatan dari semua aparat TNI, Polri, Pemda, dan kami menawarkan hadiah itu pun yang mau divaksin tidak ada," ungkap Andi.

Baca juga: Manfaat Vaksin Covid-19 untuk Atasi Subvarian Omicron XBB

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.