Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/11/2022, 22:01 WIB

KOMPAS.com - Salah satu cara mengetahui janin sehat ketika berada di dalam kandungan adalah lewat pemeriksaan USG atau ultrasonografi.

Dilansir dari Cleveland Clinic, pemeriksaan USG saat hamil adalah tes untuk memeriksa kesehatan dan perkembanga bayi dengan memanfaatkan gelombang sura.

Selama pemeriksaan, gelombang suara dikirim melalui perut ibu hamil dengan alat yang disebut transduser. Gelombang suara ini akan memantul dari bagian dalam tubuh, termasuk janin dan organ reproduksi ibu hamil.

Baca juga: Tanda Bahaya pada Kehamilan sesuai Usia Kandungan

Kemudian, gelombang suara ini dapat berubah menjadi gambar yang dapat dilihat di layar.

Meskipun bisa melihat kondisi kesehatan janin, USG saat hamil tidak perlu terlalu sering. Simak penjelasan idealnya berapa kali USG saat hamil yang disarankan berikut ini.

Berapa kali sebaiknya melakukan USG saat hamil?

Beberapa literatur kesehatan menyebutkan, calon ibu yang sedang mengandung buah hatinya sebaiknya melakukan tiga kali USG saat hamil. Yakni di trimester awal, tengah, dan akhir kehamilan.

Dilansir dari BetterHealth, USG saat hamil di trimester pertama berguna untuk memeriksa apakah embrio berkembang di dalam rahim, bukan di luar kandungan. Selain itu, pemeriksaan ini di awal kehamilan juga bisa menghitung usia kehamilan.

Pada trimester kedua, pemeriksaan USG antara minggu ke 18 dan 20 dapat memeriksa perkembangan struktur janin. Di antaranya tulang belakang, tungkai, otak, organ dalam, serta ukuran dan lokasi plasenta. Jenis kelamin bayi juga bisa dideteksi dengan USG di trimester ini.

Pada trimester ketiga kehamilan, USG setelah usia kandungan memasuki 30 minggu berguna untuk memastikan pertumbuhan janin di dalam kandungan sudah optimal. Selain itu, plasenta juga diperiksa untuk memastikan posisinya tidak menghalangi serviks.

Mengingat pemeriksaan ini sangat penting sepanjang kehamilan, pastikan calon ibu mencermati berapa kali USG saat hamil yang ideal.

Perlu diketahui juga, ibu hamil risiko tinggi atau punya komplikasi kehamilan biasanya dianjurkan menjalani pemeriksaan ini dan tes penunjang lain lebih intens oleh dokter.

Baca juga: 17 Tanda Bahaya Kram Perut saat Hamil yang Pantang Disepelekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+