Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/11/2022, 23:00 WIB

KOMPAS.com - Tidur di malam hari akan terasa sulit untuk sebagian orang sehingga membuat tubuh merasa lelah ketika bangun.

Melatonin berperan besar untuk menentukan waktu tidur seseorang, bahkan Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kekurangan melatonin bisa menyebabkan gangguan tidur.

Meskipun bisa diproduksi secara alami oleh tubuh, mengonsumsi suplemen melatonin bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi gangguan tidur.

Baca juga: Efek Samping Obat Tidur dan Bagaimana Mengonsumsinya dengan Aman

Ketahui manfaat dan efek samping suplemen melatonin ini terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.

Manfaat suplemen melatonin

Mayo Clinic menyebutkan bahwa konsumsi suplemen melatonin sudah terbukti bisa mengatasi beberapa kondisi, seperti:

  • Terganggunya ritme sirkadian atau siklus tidur pada tunanetra.
  • Siklus tidur yang terhambat sehingga mengakibatkan seseorang tidur terlalu larut dan bangun terlalu siang.
  • Insomnia.
  • Jet lag atau kesulitan untuk tidur karena perjalanan dari satu daerah ke daerah lain yang memiliki zona waktu berbeda.
  • Gangguan tidur karena bekerja dalam shift yang mengharuskan seseorang untuk bekerja di malam hari.
  • Gangguan tidur pada anak-anak.

Penggunaan suplemen melatonin perlu selalu dikonsultasikan dengan dokter, khususnya ketika akan diberikan kepada anak-anak.

Baca juga: 4 Manfaat Meditasi Sebelum Tidur, Tak Hanya untuk Insomnia

Efek samping suplemen melatonin

WebMD menyebutkan bahwa konsumsi suplemen melatonin dinilai aman dalam jangka pendek dan dalam waktu lama, bahkan hingga 2 tahun.

Meskipun begitu, ada beberapa efek samping ringan yang akan dialami oleh beberapa orang ketika mengonsumsi suplemen melatonin, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Pusing.
  • Mual.

Selain itu, ada beberapa efek samping yang akan terjadi meskipun kemungkinannya kecil, seperti:

  • Muncul rasa depresi sementara.
  • Tubuh gemetar.
  • Merasa cemas.
  • Kram perut.
  • Mudah marah.
  • Berkurangnya kewaspadaan.
  • Kebingungan atau sulit memahami arah.

Konsumsi suplemen melatonin akan memengaruhi kinerja obat lain sehingga perlu dikonsultasikan sebelumnya dengan dokter.

Konsumsi suplemen melatonin juga perlu diwaspadai oleh ibu hamil dan menyusui karena belum terbukti aman untuk janin dan produksi ASI.

Bahkan, konsumsi suplemen melatonin juga dianggap tidak aman bagi para wanita yang sedang melakukan program hamil karena efeknya mirip dengan pil KB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+