Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/12/2022, 09:01 WIB

KOMPAS.com - Nyeri perut bagian kiri bawah pada wanita umumnya disebabkan karena gangguan pencernaan. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri perut bagian kiri bawah bisa menjadi gejala endometriosis?

Nyeri perut bagian kiri bawah sering membuat wanita merasa jengkel. Kondisi ini kerap menganggu aktivitas mereka, bahkan untuk sekadar duduk, tidur, atau berdiri.

Baca juga: Selain Masalah Pencernaan, Ini 2 Penyebab Nyeri Perut Kiri Bawah

Rasa sakit pada perut bagian kiri bawah yang ringan dan berangsur hilang biasanya berkaitan dengan gangguan pencernaan, seperti peradangan atau diverkulitis dan kelebihan gas.

Hal itu mengingat perut bagian kiri bawah merupakan rumah bagi usus, ginjal kiri, hingga pankreas.

Namun, wanita harus waspada apabila nyeri perut bagian kiri bawah tak kunjung sembuh atau semakin parah. Nyeri perut bagian kiri bawah juga dikaitkan dengan kondisi sistem reproduksi wanita yang bermasalah.

Nyeri perut bagian kiri bawah tanda endometriosis

Salah satu masalah reproduksi wanita yang ditandai dengan nyeri perut bagian kiri bawah adalah endometriosis.

Endometriosis merupakan suatu ganguan ketika endometrium (jaringan yang melapisi rahim) tumbuh di luar dinding rahim.

Endometriosis umumnya tumbuh di sekitar ovarium, saluran tuba, dan jaringan yang melapisi panggul. Pada kasus yang jarang, jaringan mirip endometrium dapat ditemukan di luar area organ panggul.

Gejala endometriosis

Dilansir dari Healthline, pertumbuhan jaringan pada kasus endometriosis sering membuat sakit perut, terutama di perut bagian kiri bawah.

Selain itu, endometriosis juga menyebabkan gejala lain yaitu:

  • Kram menstruasi yang menyakitkan dan memburuk seiring waktu
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Sakit saat buang air besar atau kencing
  • Periode menstruasi yang menyakitkan disertai volume darah yang deras
  • Muncul bercak darah usai menstruasi.

Baca juga: 7 Penyebab Umum Nyeri Perut Bagian Kiri Bawah, Pantang Diabaikan

Penyebab endometriosis

Penyebab endometriosis belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang wanita terkena endometriosis, antara lain:

  • Gangguan aliran darah menstruasi
  • Perubahan sel-sel jaringan lain menjadi sel endometrium
  • Pergerakan atau perpindahan sel endometrium melalui aliran getah bening.
  • Komplikasi akibat endometriosis kerap membuat wanita sulit hamil atau mandul.

Selain itu, endometriosis juga mengakibatkan nyeri panggul jangka panjang dan kista besar di ovarium serta panggul yang dapat pecah (ruptur).

Segera kunjungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan apabila Anda sering merasakan nyeri perut di bagian kiri bawah demi memastikan apakah itu merupakan gejala endometriosis atau bukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Perut
Flu Perut
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+