Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/11/2022, 19:38 WIB

KOMPAS.com - Beberapa orang mungkin berpikir bahwa nyeri perut bagian kiri bawah hanya disebabkan karena masalah pencernaan.

Ya, nyeri perut bagian kiri bawah umumnya disebabkan karena kelebihan gas di perut akibat aktivitas pencernaan seperti proses menelan dan makan berlebihan.

Tumpukan gas yang menyebabkan nyeri perut bagian kiri bawah juga bisa dikarenakan kebiasaan-kebiasaan tertentu, meliputi:

  • merokok
  • mengunyah permen karet
  • konsumsi makanan pemicu gas, seperti brokoli, minuman berkarbonasi, dan kacang-kacangan.

Baca juga: 7 Penyebab Umum Nyeri Perut Bagian Kiri Bawah, Pantang Diabaikan

Nyeri perut bagian kiri bawah akibat tumpukan gas biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari. Anda dapat meredakan gejalanya dengan mengoleskan minyak angin.

Selain akibat tumpukan gas, nyeri perut bagian kiri bawah juga bisa muncul sebagai gejala beberapa masalah pencernaan lain, di antaranya adalah:

  • Penyakit celiac: reaksi kekebalan sistem penceraan terhadap konsumsi gluten atau protein yang terkandung dalam gandum, jelai, dan gandum hitam. Gejala celiac yaitu nyeri perut bagian kiri bawah, kembung, kentut berlebihan, anemia.
  • Penyakit radang usus: peradangan di berbagai area saluran pencernaan. Selain nyeri perut bagian kiri bawah, penyakit ini juga ditandai dengan diare dan darah dalam tinja.
  • Sindrom iritasi usus besar: ditunjukkan dengan kelebihan gas, diare, sembelit, dan nyeri perut bagian kiri bawah
  • Intoleransi laktosa: kondisi ketika sistem pencernaan kekurangan enzim laktase sehingga tidak mampu mencerna gula (laktosa) dalam produk susu. Gejalanya berupa kram perut, kembung, dan diare.
  • Divertikulitis: radang atau infeksi pada satu (bisa beberapa) kantong kecil di saluran pencernaan. Diverkulitis kerap terjadi pada orang berusia 40 tahun ke atas.

Baca juga: 6 Penyakit Reproduksi Wanita dengan Gejala Nyeri Perut Kiri Bawah

Penyakit non-pencernaan yang sebabkan nyeri perut bagian kiri bawah

Selain masalah pencernaan, ada beberapa penyakit yang mengakibatkan sakit atau nyeri perut bagian kiri bawah. Agar lebih paham, simak pemaparan berikut.

1. Batu ginjal

Batu ginjal merupakan kumpulan mineral keras yang umumnya terdiri dari kalsium atau asam urat. Batu ginjal berukuran kecil dapat keluar dengan sendirinya lewat urine.

Namun, ada pula batu ginjal berukuran besar dan dapat bergerak sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah di perut kiri bagian bawah, punggung, hingga tulang rusuk.

Beberapa penderita batu ginjal menganggap rasa sakitnya hampir sama dengan kontraksi persalinan atau ditusuk dengan pisau.

Selain rasa nyeri di perut bagian kiri bawah, batu ginjal juga ditandai dengan:

  • rasa sakit saat buang air kecil
  • volume urine meningkat
  • urine berbau menyengat
  • urine berwarna merah hingga kecokelatan
  • mual dan muntah-muntah
  • demam

Baca juga: 10 Penyebab Nyeri Perut Bagian Kiri Bawah, Pantang Disepelekan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Perut
Flu Perut
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+