KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa peran ibu sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, terutama melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurutnya, ibu-ibu adalah kelompok yang paling peduli dengan kesehatan dan pendidikan keluarga, yang membuat mereka menjadi pilar utama dalam upaya menyehatkan bangsa.
Dikutip dari Antara, Rabu (26/2/2025), Menkes Budi menjelaskan bahwa untuk mencapai target Indonesia Emas pada tahun 2045, pendapatan per kapita masyarakat harus dinaikkan menjadi Rp18 juta per bulan minimal.
Selain itu, Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi yang akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: Masyarakat Diminta Aktif Ikut Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas dan Posyandu
Menurutnya, Indonesia Emas dapat tercapai jika masyarakat sehat dan pintar. Oleh karena itu, salah satu langkah untuk memastikan itu adalah dengan memanfaatkan Program CKG yang dapat mencegah penyakit-penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan stroke.
Menkes Budi mengungkapkan bahwa penyakit kronis dapat dicegah sejak dini, meskipun seringkali pasien baru mendeteksi penyakitnya saat sudah dalam stadium lanjut.
“Kronis itu artinya apa? Dia gak ujug-ujug meninggal. Supaya dia sampai ke derajat kronis meninggal itu, butuh waktunya lima tahun, delapan tahun. Artinya apa? Artinya bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.
Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy
Budi memberikan contoh penyakit kanker payudara, yang jika ditemukan pada stadium 1, tingkat kesembuhannya bisa mencapai 90-95 persen.
Namun, jika sudah berada pada stadium 4, tingkat kematian penderitanya bisa mencapai 90-95 persen.
Banyak masyarakat yang enggan memeriksakan kesehatannya karena takut menghadapi kenyataan, atau baru berobat ketika penyakit sudah parah.
Padahal, menurut Menkes Budi, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mencegah dan menangani penyakit sejak dini.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Dapat Deteksi Penyakit Paru dan Kurangi Kebiasaan Merokok
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ida Rahmawati juga mengungkapkan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Ibu, kata Ida, harus memberikan contoh gaya hidup sehat agar keluarga bisa menjaga kesehatannya dengan baik.
Ida Rahmawati juga mengajak seluruh ibu-ibu untuk menyebarkan informasi tentang Program CKG karena kemampuan mereka dalam membicarakan berbagai topik dengan baik.
Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya
Terlebih, pemeriksaan kesehatan ini diberikan secara gratis, sehingga dapat menarik lebih banyak perhatian ibu-ibu untuk berpartisipasi dalam gerakan menyehatkan bangsa ini.
“Bahwa ibu itu mempunyai kekuatan, the power of emak-emak. Ingat itu, kekuatan kita the power of emak-emak. Kita menggunakan power itu untuk memberikan manfaat buat masyarakat di sekitar kita,” pungkas Ida Rahmawati.
Dengan semakin banyak ibu-ibu yang berpartisipasi dalam Program CKG, diharapkan Indonesia dapat mencapai Indonesia Emas dengan masyarakat yang sehat, pintar, dan produktif.
Baca juga: IDI: Data Program Cek Kesehatan Gratis Bisa Dukung Intervensi Kesehatan yang Lebih Tepat
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Hype
Brandzview
Food
Hype
Tekno
Prov
Brandzview
Prov
Tekno
News
Hype
Tekno
Hype
Global