Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda-tanda Sifilis pada Wanita Apa? Ini Ulasannya...

Kompas.com - 26/03/2025, 22:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Namun infeksinya tetap ada, meskipun sudah diobati.

Jika tidak diobati, penyakit sifilis dapat berkembang ke fase yang berpotensi serius.

Baca juga: Setelah Terkena Sifilis, Apa Akibatnya? Ini Ulasannya...

Stadium sifilis laten

Pada stadium penyakit sifilis ini, seorang wanita tidak akan mengalami tanda apapun, sehingga terkada disebut sebagai tahap tersembunyi.

Tahap laten dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Penyakit sifilis tanpa pengobatan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius (komplikasi).

Stadium sifilis tersier

Setelah tahap laten, 30-40 persen penderita sifilis yang tidak mendapatkan pengobatan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis tersier.

Penyakit sifilis pada tahap ini bisa menyebabakn kerusakan pada organ lain, seperti otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, dan tulang serta sendi.

Tanda-tanda sifilis pada wanita di tahap ini yang sudah memengaruhi sistem saraf (neurosifilis) meliputi:

  • Sakit kepala parah
  • Kelemahan otot dan/atau masalah dengan gerakan otot
  • Kebingungan, perubahan kepribadian, demensia
  • Perubahan atau kehilangan penglihatan
  • Sakit mata
  • Kehilangan pendengaran
  • Tinitus (telinga berdenging atau gangguan suara lain di telinga)
  • Pusing atau perasaan ruangan berputar (vertigo)

Namun, neurosifilis dapat terjadi pada tahap mana pun, tidak hanya tahap tersier.

Jika sifilis menyerang jantung, hal ini dapat menyebabkan aneurisma, di mana aorta (arteri utama yang membawa darah dari jantung) pecah.

Jadi, tanda-tanda sifilis pada wanita yang sudah menyebar ke organ lain akan menunjukkan gejala berbeda.

Jika wanita yang merasakan gejala penyakti sifilis, Anda perlu segera periksa ke dokter ahli.

Baca juga: Bahaya Komplikasi Sifilis yang Bisa Menyerang Kardiovaskular

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang

Halaman ini berisi konten sensitif

Masuk dan konfirmasi usia untuk melihat konten

Login untuk Akses
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau