KOMPAS.com - Kacang mete adalah makanan yang sering kali diburu dan tersedia di rumah saat perayaan Lebaran.
Meski bukan berasal dari Indonesia, menyediakan kacang mete sebagai camilan khas Lebaran telah membudaya di Tanah Air sejak lama.
Mengutip Medical News Today, kacang mete asalnya dari Amerika Selatan, khususnya Brasil.
Kemudian, orang-orang zaman kolonial mengenalkannya ke berbagai negara.
Baca juga: Apa Manfaat Makan Kacang Hijau dan Kawan-kawannya? Ini 12 Daftarnya...
Kacang mete dikenal karena memiliki tekstur lembut dan manis.
Pengetahuan yang berkembang dan banyak penelitian dilakukan menunjukkan bahwa kacang mete merupakan makanan sumber nutrisi yang baik.
Kacang mete adalah sumber protein nabati dan berbagai mineral. Ada tembaga, magnesium, dan fosfor yang ditemukan dalam kandungan kacang mete.
Baca terus artikel ini yang akan mengulas lebih lanjut tentang kandungan kacang mete, yang dikenal sebagai camilan khas Lebaran di Indonesia.
Baca juga: Apa yang Terkandung dalam Kacang Hijau? Ini Ulasannya...
Dikutip dari Very Well Fit, kacang mete beraal dari tanaman bernama Anacardium occidentale, yang mengasilkan buah jambu mete.
Sehingga, kacang ini sebenarnya merupakan produk sampingan dari pohon mete.
Namun, fakta nutrisi kacang mete tidak bisa kita kesampingkan.
Baca juga: Apa Makanan untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi? Ini 10 Pilihannya...
Kacang mete mengandung sejumlah nutrisi penting untuk tubuh, termasuk tembaga, magnesium, zat besi, dan seng.
Merujuk data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu ons atau 28,35 gram kacang mete tanpa garam mengandung nutrisi sebagai berikut:
Mengutip Very Well Fit, sebagian besar karbohidrat dalam kacang mete adalah pati.
Sebagian kecil adalah serat (kurang dari 1 gram) dan gula (sekitar 1,7 gram).