KOMPAS.com - Batu empedu adalah endapan cairan empedu yang menjadi batu di kantong empedu atau di saluran empedu. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang terkena batu empedu?
Terdapat beberapa penyebab batu empedu, seperti kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh, kelebihan bilirubin, dan kekurangan asam empedu di dalam tubuh.
Selain itu, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko batu empedu, seperti berjenis kelamin wanita, memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berusia 40 tahun atau lebih, dan memiliki masalah kesehatan tertentu.
Untuk lebih jelasnya, ketahui penyebab batu empedu dan faktor risikonya berikut ini.
Baca juga: Batu Empedu Disebabkan oleh Apa? Berikut 5 Daftarnya…
Dilansir dari Cleveland Clinic, batu empedu bisa terbentuk dari salah satu bahan pembentuk batu empedu yang berlebihan di dalam tubuh.
Bahan tersebut akan berubah menjadi endapan di bagian bahwa kantong empedu atau saluran empedu, dan endapan tersebut akan berubah keras seperti batu.
Berikut adalah beberapa penyebab batu empedu yang kerap dialami.
Ginjal berperan untuk menyaring kolesterol dari dalam darah untuk membuat empedu. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi di dalam darah, kadar empedu menjadi tidak seimbang.
Jika ginjal menyaring lebih banyak kolesterol dibandingkan dengan yang mampu dilarutkan oleh empedu, kelebihan kolesterol akan menjadi kristal yang kemudian jadi batu.
Baca juga: Batu Kantung Empedu: Gejala, Risiko, dan Pentingnya Deteksi Dini
Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbuat dari pemecahan sel darah merah.
Seseorang dikatakan memiliki bilirubin berlebih jika mengalami kelainan darah yang merusak sel darah merah secara berlebihan, atau ginjal yang tidak bisa bekerja dengan baik dan kesulitan untuk mengolah kadar bilirubin normal ke empedu.
Beberapa masalah kesehatan bisa memicu malabsorbsi asam empedu sehingga membuat asam empedu keluar bersama dengan tinja.
Jika asam empedu hilang secara berlebihan, ginjal tidak bisa memproduksi jumlah empedu yang cukup sehingga akan memicu kelebihan lipid.
Kolestasis adalah kondisi di mana saluran empedu atau kantong empedu tidak bisa menyalurkan empedu secara efektif sehingga justru akan membentuk sedimen.
Kondisi ini bisa dialami jika terdapat gangguan pada otot atau pada sinyal yang bertugas untuk menyalurkan empedu.