Kamis, 30 Oktober 2014 23:37
Caring by Sharing | Kompas.com

LIFESTYLE / FITNES - ARTIKEL

Latihan Ringan Perkecil Risiko Kanker Payudara

Penulis : Bramirus Mikail | Selasa, 26 Juni 2012 | 14:32 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com - Peningkatan kasus kanker payudara terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan di Indonesia, kanker payudara sudah menggeser dominasi kanker serviks.

Perempuan masuk dalam kelompok paling berisiko terserang penyakit ini ketimbang pria. Namun para ilmuwan mengatakan, risiko kanker payudara sesungguhnya bisa ditekan hampir 30 persen dengan melakukan olahraga rutin. Peneliti mencatat, kenaikan berat badan yang berlebih dapat merusak manfaat dari latihan.

"Studi kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang ringan dapat mengurangi risiko kanker payudara," kata pemimpin riset, Lauren McCullough, dari University of North Carolina Gillings School of Global Public Health, di Chapel Hill, NC.

"Yang terpenting, kami menemukan penurunan risiko kanker payudara bagi perempuan yang terlibat dalam latihan setelah menopause. Ini sangat menggembirakan mengingat pada usia lanjut merupakan awal perkembangan kanker payudara." katanya. Temuan ini dipublikasikan secara online pada 25 Juni 2012.

Dalam penelitiannya, McCullough dan rekan mengumpulkan data lebih dari 1.500 wanita dengan kanker payudara dan 1.500 wanita tanpa kanker payudara. Semua perempuan telah ambil bagian dalam Long Island Breast Cancer Study Project.

Peneliti menemukan bahwa perempuan yang berolahraga sebelum atau setelah menopause memiliki risiko penurunan kanker payudara. Perempuan yang berolahraga 10 sampai 19 jam seminggu mendapat manfaat terbesar - penurunan risiko kanker sekitar 30 persen.

McCullough mengatakan bahwa ia tidak bisa menjelaskan bagaimana olahraga dapat menekan risiko kanker payudara. Namun yang pasti, dengan mempertahankan berat badan tetap normal telah dikaitkan dengan risiko penurunan kanker payudara.

"Diperkirakan bahwa pengurangan lemak tubuh mengurangi paparan sirkulasi hormon, hormon pertumbuhan (growth factor) dan penanda pro-inflamasi, semua yang telah terbukti berhubungan dengan risiko kanker payudara," katanya.

"Mekanisme lain termasuk respon imun yang disempurnakan, kapasitas antioksidan dan perbaikan DNA," tambahnya.

Seorang pakar percaya bahwa untuk mengurangi risiko kanker payudara seseorang harus memiliki gaya hidup yang sehat secara keseluruhan.

"Semakin banyak bukti bahwa salah satu yang bisa dilakukan perempuan untuk mengurangi risiko payudara dan kanker lainnya adalah dengan mengubah gaya hidup mereka," kata Dr Stephanie Bernik, kepala bedah onkologi di Lenox Hill Hospital, di New York City .

Menurut Bernik, perempuan yang rutin berolahraga lebih mungkin menjalani gaya hidup sehat - cenderung memperhatikan apa yang di makan, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.

"Sulit untuk mengatakan bahwa untuk menurunkan risiko kanker Anda hanya perlu berolahraga. Jika Anda menjalani gaya hidup sehat, risiko untuk kanker mungkin dapat diturunkan," tutupnya.

 


Sumber :
Editor :
Kistyarini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui