Jumat, 31 Oktober 2014 14:42
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Menkes : Tak Ada Kondomisasi di Indonesia

Penulis : Bramirus Mikail | Minggu, 1 Juli 2012 | 09:44 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboy

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menerima pendemo dari beberapa organisasi massa Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) terkait masalah kondom, di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (29/6) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Menkes kembali menegaskan bahwa tidak benar ada pernyataan bahwa Menkes akan membagi-bagi kondom kepada remaja. Menkes menyatakan, tidak ada kondomisasi di Indonesia.

"Saya dengan penuh keyakinan tidak setuju membagikan kondom pada anak-anak muda kita, sama sekali tidak," kata Menkes, melalui rilis yang diterima Kompas.com dari Pusat Komunikasi Publik, Sabtu, (30/6/2012).

Menkes menyatakan, program Kemenkes agar generasi muda menjauhi perilaku seks berisiko melalui kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu). Selain meningkatkan pengetahuan pada remaja, Menkes juga menilai peningkatan pendidikan agama, pendidikan moral, pendidikan kesehatan reproduksi, juga penting karena hal inilah yang dapat mengubah perilaku. Hal ini untuk mengimbangi maraknya peredaran VCD porno dan obat-obatan narkotika yang merangsang nafsu seks.

"Tujuan Kemenkes utama dan pertama adalah kuatkan iman dan ketahanan generasi muda kita supaya tidak terjerumus ke dalam perilaku seks berisiko, apakah itu seks bebas, penggunaaan narkoba yang menghilangkan sama sekali pikiran akal sehat," kata Menkes.

Nafsiah menegaskan, tugasnya adalah menyelesaikan tugas Menkes sebelumnya yang antara lain mencapai target Tujuan Pembangunan Millenium (MDG's) yang hingga kini masih sulit dicapai yaitu tingginya angka kematian ibu waktu melahirkan dan penularan HIV/AIDS yang makin meningkat. Menkes mengaku sangat setuju dengan kampanye anti perzinahan sebagai program utama karena sesungguhnya kampanye tersebut sesuai dengan program utama Kemenkes. Jika tidak ada perzinahan maka tidak ada lagi ibu dan bayi tidak berdosa yang tertular virus HIV/AIDS.

"Perintah bapak Presiden adalah penularan tersebut jangan sampai masuk ke dalam keluarga, lindungi keluarga, lindungi ibu rumah tangga, lindungi bayi-bayi yang tidak berdosa," ujar Menkes.

Menkes menambahkan, pada kenyataannya sekitar 6- 8 juta laki-laki di seluruh Indonesia dengan sengaja membeli seks dan menolak menggunakan kondom. Kepada para pendemo, Menkes meminta bekerjasama dengan memberikan pendidikan agama dan pendidikan moral yang baik sehingga makin berkurang orang yang membeli seks.

Sementara itu, utusan pendemo yang berasal dari Forum Umat Islam (FUI) menyatakan menolak tegas program kondom untuk remaja walau hanya di tempat-tempat berisiko. Menurut mereka, untuk mencegah tersebarnya penyakit HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lainnya adalah dengan menutup tempat-tempat maksiat yang menjadi media terjadinya aktivitas perzinahan yang mereka sebut hubungan seks berisiko.

Menurut FUI, bila ada program kondomisasi agar digunakan saja untuk penyuluhan pentingnya pernikahan sebagai aktivitas seks yang sesuai dengan ilmu kesehatan dan dijamin sesuai dengan ajaran agama serta kampanye anti perzinahan sebagai jalan terbaik bagi kehidupan, kesehatan fisik dan mental remaja.

Menkes menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pendemo karena menganggap kedatangan mereka sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap masa depan bangsa khususnya generasi muda Indonesia.



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui