Senin, 27 Maret 2017

Health

KONSULTASI KESEHATAN JIWA dr Andri, SpKJ, FAPM
Bersama dr Andri,SpKJ,FAPM Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis dan Psikiatri Liaison. Penanggung jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Anggota dari American Psychosomatic Society dan Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine

Memakai Narkoba untuk Redakan Gejala Skizofrenia

Shutterstock Ilustrasi.

TANYA:

Halo dok, saya ingin menanyakan tentang kondisi kakak saya. Ia laki-laki berumur 36 tahun. Sudah dua tahun terakhir ini ia tidak bekerja karena kondisi gangguan mentalnya. Ia mengaku mendengar suara-suara yang menyuruhnya melukai diri dan orang lain. Ia juga pernah ditangkap satpam kompleks dan akan dibawa ke polisi karena berkeliaran membawa pisau.

Kami sudah lelah membujuknya untuk berkonsultasi ke psikiater. Kakak saya ini memang pernah sedikit membaik gejalanya, kami sudah senang tapi ternyata ketahuan ia menggunakan narkoba.

Sekarang ini kami agak membiarkan ia memakai narkoba karena itu membantunya mengurangi kecemasan dan paranoid. Apakah hal ini tepat ya dok, terus terang sekarang ini kami sekeluarga cemas. Tidur pun tidak tenang karena takut kakak saya kumat atau tiba-tiba melukai orang. Mohon saran dokter.

JAWAB:

Ms A yang baik
Masalah gangguan kejiwaan memang sering kali rumit jika orang yang mengalaminya tidak menyadari dirinya sakit. Masalah ini biasanya ditemukan pada pasien gangguan kejiwaan yang terganggu penilaiain realitasnya seperti yang biasanya terjadi pasien Skizofrenia atau pasien dengan gangguan waham.

Walaupun informasinya sedikit tentang kakak ibu, seorang yang mengalami halusinasi seperti kakak ibu dengan bernada menyuruh atau memerintah biasanya adalah pasien yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia.

Selain halusinasi biasanya pasien skizofrenia juga meyakini adanya hal yang tidak sesuai dengan kondisi dirinya saat itu dan itu tidak bisa digoyahkan. Dalam praktek kita menyebutnya waham/delusi.

Saya tidak mengetahui apakah jenis narkoba yang ibu katakan dapat membantu kakak ibu jadi lebih baik. Tentu penggunaan narkoba untuk mengatasi gangguan jiwa tentunya tidak tepat.

Narkoba tidak ada dosis pastinya dan kadang beberapa malah menimbulkan masalah gangguan jiwa atau memperburuk gejala gangguan jiwa. Pengobatan gangguan jiwa dengan menggunakan narkoba jelas tidak sesuai dengan terapi standar gangguan kejiwaan.

Untuk kasus seperti kakak ibu kadang perlu perawatan inap. Biasanya di rumah sakit khusus jiwa ada tim penjemputan yang bisa diandalkan untuk menjemput pasien sehingga bisa mendapatkan perawatan di rawat inap. Pada saat selesai perawatan inap semoga tilikan atau kesadaran dirinya akan gangguan yang dia derita menjadi lebih baik sehingga bisa makan obat teratur untuk mempertahankan perbaikan.

Semoga membantu. Salam Sehat Jiwa

Editor : Lusia Kus Anna

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat