Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi Buktikan Bersyukur Lebih Manjur Sembuhkan Sakit Dibanding Obat

Kompas.com - 30/12/2019, 11:30 WIB
Mahardini Nur Afifah,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

Sumber CNN, Inc.com,

KOMPAS.com - Kebanyakan orang mungkin selama ini menganggap bersyukur sebagai  rasa terima kasih kepada Sang Pencipta.

Namun, belum banyak yang menyadari bersyukur ternyata lebih manjur mengobati rasa sakit ketimbang dari obat.

Melansir Inc., dokter Tanmeet Sethi yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat, menggunakan pendekatan bersyukur untuk meredakan nyeri dan sakit pasiennya.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Direktur Integrated Medicine Fellowship di Swedish Hospital ini baru saja membagikan pengalamannya di acara TEDx Seattle Women Talk.

"Riset telah membuktikan bersyukur dapat membantu pelepasan dopamin. Itu membuat kita bahagia," jelas Sethi.

Sethi menjelaskan, semakin banyak dopamin yang dilepaskan, otak kita semakin banyak menemukan hal yang bisa disyukuri.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Dengan kata lain, semakin sering bersyukur maka kemampuan kita untuk lebih bersyukur kian terasah.

Menurut Sethi, saat bersyukur, kita turut merangsang bagian korteks prefrontal.

Bagian otak tersebut mengatur aktivitas saraf untuk mengendalikan stres dan rasa sakit.

Proses itu sama saat kita merasakan rasa sakit berkurang ketika bersama orang-orang yang dicintai.

"Dengan mengubah persepsi otak, kita mendapatkan pengalaman yang lain," jelas dia.

Baca juga: Siasati Warna-Warni Kehidupan dengan Bersyukur

Dengan pemahaman tersebut, Sethi menggunakan praktik bersyukur untuk menangani pasiennya.

Dia biasanya melatih pasiennya menyadari rasa syukur dengan menemukan sesuatu yang berbeda untuk disyukuri setiap hari selama sebulan.

Dari praktik sederhana tersebut, dia lantas menyarankan mereka untuk mengucap terima kasih kepada rasa sakitnya.

Baca juga: Ray Sahetapy Sempat Berwasiat Ingin Dimakamkan di Kampung Halamannya

"Saya punya pasien dengan sakit parah. Saat bilang terima kasih pada nyerinya, dia juga mengendurkan otot perut perutnya. Hasilnya lebih baik daripada ibuprofen," katanya.

Halaman:
Komentar
hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang (amsal)

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Gempa Myanmar Tewaskan 3.000 Orang, Militer Umumkan Gencatan Senjata
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau