Salin Artikel

Studi Sebut Orang Kaya Bisa Hidup Lebih Lama Ketimbang Orang Miskin

KOMPAS.com - Hidup dianugerahi dengan kekayaan berlimpah ternyata bisa membuat kita panjang umur.

Hal tersebut merujuk pada riset baru-baru ini yang dilakukan oleh ilmuwan dari University College London (UCL), Inggris.

Para peneliti telah menganalisis data dari 25.000 lebih masyarakat Inggris dan AS yang berusia 50 tahun ke atas.

Para peneliti menemukan bahwa sementara tidak ada perbedaan besar antara Inggris dan AS dalam hal harapan hidup.

Kekayaan memang memiliki dampak besar terhadap berapa lama para responden bisa bertahan hidup.

Dalam penelitian yang telah diterbitkan di Journal of Gerontology itu, dijelaskan bahwa mereka yang kaya cenderung bisa hidup jauh lebih lama, bebas dari penyakit dan kecacatan daripada yang miskin.

Mereka yang bergelimang harta bahkan cenderung bisa hidup 10 tahun lebih lama dan memiliki kondisi kesehatan yang baik ketimbang mereka yang masuk dalam kategori miskin.

Demikian penjelasan hasil penelitian yang diberitakan The Independent. 

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Menurut pakar ekonomi dan direktur asosiasi di Pusat Studi Penuaan RAND, Susann Rohwedder, PhD, orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi biasanya memiliki kesehatan yang baik.

Hal ini terjadi karena kondisi tubuh yang prima turut menunjang peforma mereka di pekerjaan.

"Inilah yang menguatkan keyakinan bahwa orang kaya memiliki kesehatan yang lebih baik sehingga mampu hidup lebih lama," ucap Rohwedder dilansir dari Health Line.

Selain itu, memiliki kekayaan juga membuat seseorang mudah menerapkan gaya hidup sehat.

Namun, Rohwedder menekankan pola-pola ini mencerminkan korelasi dan tidak boleh ditafsirkan secara kausal.

"Ada banyak bukti bahwa harapan hidup meningkat drastis pada mereka yang memiliki status sosial ekonominya tinggi," ucap dia.

Gaya hidup

Dr. David Himmelstein dari Harvard Medical School juga sependapat dengan Rohwedder. Menurutnya, memiliki uang akan membantu seseorang bisa hidup lebih lama.

Selain gaya hidup, menurut Himmelstein, akses perawatan medis juga menjadi salah satu faktor terpenting pada berapa lama seseorang mampu bertahan hidup.

"Adanya hambatan finansial terhadap askes kesehatan juga bisa berefek pada kematian," terang dia.

Himmelstein juga menambahkan, banyak orang yang memiliki kondisi darurat medis tidak segera dibawa ke rumah sakit karena alasan keuangan.

"Hal itu bisa berakibat fatal. Padahal, beberapa kondisi medis seperti kardiovaskular jika dibiarkan berlaur-larut akan menyebabkan kematian," ucap Himmelstein.

Namun, berapa lama kita akan hidup di dunia adalah salah satu misteri terbesar dalam hidup. Tidak ada yang tahu pasti.

https://health.kompas.com/read/2020/01/15/194500568/studi-sebut-orang-kaya-bisa-hidup-lebih-lama-ketimbang-orang-miskin

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.