Salin Artikel

3 Dampak Buruk Orangtua Main Ponsel di Dekat Anak

KOMPAS.com – Penampakan orangtua menggunakan telepon seluler atau ponsel selagi mengasuh anak kini bisa dengan mudah ditemui.

Hal tersebut bahkan dapat dikatakan sudah menjadi sebuah kewajaran atau sesuatu yang lumrah terjadi dengan dalih memanfaatkan kemajuan teknologi.

Entah untuk bertukar emotikon di aplikasi chatting, posting status di media sosial, atau membalas pesan singkat (SMS), mereka kerap kali kedapatan menduakan keberadaan sang anak.

Banyak orangtua mungkin telah menyadari bahwa bermain ponsel sambil mengasuh anak bukanlah pilihan yang baik.

Namun, karena berbagai alasan atau pertimbangan, mereka pada akhirnya tetap mengulangi aktivitas tersebut.

Padahal, jika hal itu terus dilakukan, jelas dapat merugikan kesehatan fisik ataupun mental anak.

Melansir buku Didiklah Anak Sesuai Zamannya: Mengoptimalkan Potensi Anak di Era Digital (2017) karya Nyi Mas Diane Wulansari (Dee Motivational), sedikitnya ada tiga dampak buruk penggunaan ponsel oleh orangtua saat mengasuh anak.

Berikut kerugiannya:

1. Memicu kecelakaan anak usia dini

Pemakaian ponsel sambil mengasuh anak menjadi masalah pelik yang sedang dihadapi masyarakat Amerika Serikat.

Sejumlah kalangan menilai ponsel telah mengurangi fokus dan perhatian para orangtua dalam mengasuh dan menjaga keselamatan anak mereka.

Memang belum ada riset ilmiah yang dapat membuktikan adanya korelasi antara pemakaian ponsel dengan meningkatnya jumlah kecelakaan yang dialami anak usia dini.

Namun, kepolisian dan rumah sakit di Amerika telah membenarkan adanya peningkatan jumlah kecelakaan yang dialami anak usia balita ketika sedang bermain di taman atau kolam renang.

Meningkatnya kasus pada anak seperti jatuh di tangga, berkeliaran di jalan raya, penculikan, dan tenggelam yang berujung pada kematian, diduga kuat sebagai akibat dari perilaku orangtua yang terlalu sibuk bermain ponsel atau kurangnya pengawasan.

2. Membuat anak sedih

Psikolog sosial dari Massachusets Institute of Technology (MIT), Dr Sherry Turkle, mengatakan, anak akan merasa diabaikan ketika orangtua lebih memilih ponsel ketimbang dirinya.

Dia mengungkapkan, tingkat sensivitas perasaan anak memang berbeda-beda, tetapi mereka tetap akan merasakan ketiadaan hubungan emosional dengan orangtua masing-masing.

3. Mengganggu perkembangan emosi dan bahasa anak

Kecakapan bahasa anak tidak akan berkembang ketika orangtuanya jarang mengajaknya berbicara ketika lebih memilih sibuk dengan ponsel.

Karena jarang berbicara, anak tentu akan kesulitan mengungkapkan perasaan mereka dan cenderung akan memendam kekecewaan atau kesedihan yang dirasakan.

Anak dengan tipe seperti itu berpeluang mengalami ledakan emosi dengan perilaku destruktif atau perusak, merasakan kecemasan berlebih, dan mudah depresi ketika telah beranjak dewasa.

Solusi membangun komunikasi dengan anak

Mengingat dampak buruk tersebut, para orangtua dianjurkan untuk membatasi penggunaan ponsel ketika sedang bersama anak-anak.

Jika terpaksa harus membuka ponsel, tidak ada salahnya bagi para orangtua meminta izin atau menjelaskan lebih dahulu kepada anak mengenai tujuan penggunaan perangkat elektronik tersebut.

Sementara ketika sudah selesai dengan ponsel, para orangtua hendaknya segera kembali fokus kepada sang buah hati.

Melansir buku Parenting Kids Zaman Now: Tips dan Cara Pandang Bermartabat Mendidik Anak (2019) karya Achmad Saifullah Syahid, dijelaskan juga bahwa kurang baik jika orangtua berbicara kepada anak sambil memainkan ponsel.

Cara seperti itu disebut tidak efektif untuk dilakukan jika para orangtua ingin membangun kepercayaan atau kepatuhan dari anak.

Pembicaraan yang disampaikan oleh orangtua sambil menggunakan ponsel bisa jadi akan menjadi suara yang berlalu begitu saja.

Oleh sebab itu, letakkan ponsel jika sedang berbicara dengan anak, termasuk kepada orang lain.

Berjalanlah mendekati anak. Sejajarkan posisi komunikasi dengannya. Jika anak dalam posisi duduk, orangtua bisa ikut duduk juga di sampingnya.

Lalu, jalinlah koneksi dengan anak. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mulai menyentuh lengannya dengan lembut atau melempar pertanyaan basa-basi.

Para orangtua dipersilakan memulai pemicaraan inti dengan santun setelah anak menoleh atau menatap mata.

https://health.kompas.com/read/2020/02/24/090200968/3-dampak-buruk-orangtua-main-ponsel-di-dekat-anak

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.