Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bagaimana Darah Tinggi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

KOMPAS.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi telah dikaitkan dengan penyebab kerusakan banyak organ tubuh, salah satunya ginjal.

Darah tinggi bahkan dilaporkan dapat menjadi penyebab gagal ginjal yang harus diwaspadai.

Adapun hipertensi adalah kondisi tubuh yang ditandai dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

Lantas bagaimana darah tinggi bisa menyebabkan gagal ginjal?

dr. Setiawan Dalimartha, dkk, dalam bukunya Care Your Self: Hipertensi (2008), menjelaskan gagal ginjal merupakan peristiwa di mana ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Ada dua jenis kelainan ginjal yang disebabkan oleh hipertensi, yakni nefrosklerosis benigna dan nefroskleroris maligna.

Berikut perbedaannya:

1. Nefroskleroris benigna

Nefroskleroris benigna terjadi pada hipertensi yang berlangsung lama, sehingga terjadi pengendapan fraksi-fraksi plasma pada pembuluh darah akibat proses penuaan.

Hal itu akan menyebabkan daya permeabilitas dinding pembuluh darah berkurang.

2. Nefrosklerosis maligna

Sementara, nefrosklerosis maligna adalah kelainan ginjal yang ditandai dengan baiknya tekanan diastole di atas 130 mmHg yang disebabkan oleh terganggunya fungsi ginjal.

Hipertensi pada dasarnya dapat menyebabkan pembuluh darah pada ginjal mengerut atau menyempit (vasokonstriksi), sehingga aliran nutrisi ke ginjal terganggu dan mengakibatkan kerusakan sel-sel ginjal.

Pada gilirannya, darah tinggi dapat mengganggu fungsi ginjal.

Apabila tidak segera diatasi, dapat terjadi gagal ginjal kronik, bahkan gagal ginjal terminal yang hanya dapat ditangani dengan cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal.

Gejala hipertensi yang telah menimbulkan gangguan ginjal

Oleh karena dapat mengalami komplikasi berbahaya, para penderita hipertensi sebaiknya selalu memeriksakan diri secara teratur ke rumah sakit atau dokter.

Penderita juga harus taat petujuk medis dan mengatur pola hidup serta memerhatikan hal-hal penyembuhan non-obat.

Apabila mendapatkan resep obat, sebaiknya diminum secara teratur agar terhindar dari komplikasi.

Ada baiknya juga memantau tensi sendiri dengan pengukuran secara periodik.

Masalanya, kebanyakan penderita darah tinggi tidak mempunyai keluhan dan penderitaan itu bisa terjadi bertahun-tahun tanpa gangguan dan gejala yang berarti.

Melansir American Heart Assciation, berikut ini adalah beberapa gejala hipertensi yang curigai telah menimbulkan gangguan fungsi ginjal untuk diwaspadai:

  • Berkurangnya jumlah urine
  • Kesulitan buang air kecil
  • Bisa juga lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Edema (retensi cairan) yang ditandai dengan pembekakan, terutama pada tungkai bawah

Untuk memastikan kondisi ini, pemeriksaan laboratorium menjadi penting untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal akibat hipertensi.

Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan, yakni:

  • Urine rutin untuk deteksi gangguan pada ginjal dan saluran kencing
  • Mikroalbumin untuk deteksi dini kebocoran pada glomerulus ginjal
  • Urea-N, Kreatinin, dan Cystatin-C merupakan penanda gangguan fungsi ginjal

Sebaliknya, gagal ginjal bisa sebabkan hipertensi

Hubungan sebab akibat antara hipertensi dan gagal ginjal bisa juga dikebalikan.

Di mana, penderita gagal ginjal biasanya juga membutuhkan perawatan tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang tinggi pada penderita ini terutama disebabkan oleh kegagalan ginjal dalam mengatur jumlah garam dan air dalam tubuh.

Apabila penderita gagal ginjal menjalankan perawatan cuci darah, biasanya tekanan darahnya sudah dapat dikendalikan.

Tapi, pada sebagian penderita gagal ginjal tetap harus minum obat untuk mengendalikan darah tinggi atau menjaga tekanan darah tetap normal.

https://health.kompas.com/read/2020/08/22/091123568/bagaimana-darah-tinggi-bisa-sebabkan-gagal-ginjal

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke