Salin Artikel

5 Cara Mencegah Anemia saat Haid

KOMPAS.com – Saat haid terjadi, kemungkinan wanita mengalami anemia sangat tinggi akibat kehilangan darah.

Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah.

Jika anemia terjadi, wanita bisa mengalami sejumlah gejala, seperti:

Berbagai gejala anemia ini pun tidak jarang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari para wanita.

Cara mencegah anemia saat haid

Keluarnya darah selama 3-7 hari dan perubahan hormon yang terjadi ketika memasuki siklus haid memang dapat membuat wanita lebih mudah mengalami anemia.

Berikut ini adalah beragam cara mencegah anemia saat haid yang dapat dicoba:

1. Perbanyak makanan yang mengandung zat besi

dr. Lestari Sudaryanti, M. Kes, Dosen D3 Keperawatan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR), dalam laman resmi UNAIR, menjelaskan wanita yang sedang haid dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi zat besi untuk menghindari risiko anemia.

Konsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi sangat baik untuk proses penggantian darah yang hilang saat haid.

Zat besi adalah komponen protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin.

Hemoglobin memiliki fungsi mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Jadi, anemia saat haid dapat memengaruhi aktivitas wanita sehari-hari.

Kebutuhan zat besi pada setiap manusia berbeda-beda tergantung usia dan jenis kelamin.

Kebutuhan zat besi pada wanita usia 14-18 tahun sekitar 15 mg/hari, sedangkan pada usia 19-50 tahun adalah 18 mg/hari.

2. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang

Selain dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti sayuran berdaun hijau dan daging merah, para wanita juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sebagai cara mencegah anemia.

“Komponen nutrisi yang lengkap seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat juga harus dipenuhi untuk mencegah risiko anemia pada wanita yang sedang menstruasi,” jelas Lestari.

Misalnya saja, asupan vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi agar lebih optimal. 

Sedangkan, vitamin B12 dan folat diperlukan tubuh juga untuk memproduksi sel darah merah seperti zat besi.

3. Hindari minuman berkafein

Sementara itu, Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, Sp.GK, dalam laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdaan Masyarakat Kemenkes RI, menyampaikan minuman dengan kandungan kafein tinggi, seperti kopi dan minuman bersoda sebaiknya dihindari dulu oleh para wanita saat menstruasi.

Pasalnya, kebiasaan makan dengan minuman berkafein dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam penyerapan zat besi yang mana berdampak pada keseimbangan sel darah merah.

4. Minum tablet penambah darah

Suplemen penambah darah bisa Anda andalkan juga kalau tidak ingin kekurangan darah saat haid.

Sekarang sudah ada banyak produsen yang menyediakan tablet penambah darah.

Metode tersebut akan membantu tubuh Anda untuk mendapatkan serapan zat besi yang maksimal.

5. Tetap aktif

Siapa bilang wanita tak boleh berolahraga saat haid?

Pendapat tersebut kurang tepat. 

Justru latihan fisik akan menjaga tubuh wanita tetap sehat dan mengurangi sensasi nyeri yang biasanya dialami di awal pekan haid.

Olahraga juga menjadi bagian dari pola hidup sehat.

Latihan yang dapat dilakukan oleh wanita haid, antara lain bisa jalan kaki, jogging, naik-turun tangga, termasuk aktivitas sehari-hari seperti mencuci baju.

https://health.kompas.com/read/2020/08/31/193100068/5-cara-mencegah-anemia-saat-haid

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

8 Cara Menghilangkan Memar secara Alami

Health
Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Perut Sering Lapar Bisa Jadi Tanda Apa Saja?

Health
Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Picu Kematian Mendadak, Ini Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Health
Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.