Salin Artikel

8 Penyebab Mulut Kering dan Cara Mengatasinya

KOMPAS.com – Mulut kering atau xerostomia mengacu pada kondisi di mana kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur untuk menjaga mulut tetap basah.

Padahal, air liur diperlukan untuk banyak hal, seperti membantu mencegah kerusakan gigi dengan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri, membatasi pertumbuhan bakteri, dan membersihkan partikel makanan.

Air liur juga meningkatkan kemampuan untuk merasakan dan membuatnya lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan.

Selain itu, enzim dalam air liur membantu pencernaan.

Oleh sebab itu, air liur yang berkurang dan mulut kering dapat menimbulkan berbagai keluhan lain mulai dari gangguan biasa hingga sesuatu yang berdampak besar pada kesehatan gigi dan gusi maupun kesehatan secara umum.

Gejala mulut kering

Melansir WebMD, jika tidak memproduksi cukup air liur, seseorang mungkin akan memperhatikan tanda dan gejala ini hampir setiap saat:

  • Rasa lengket dan kering di mulut
  • Sering haus
  • Luka di mulit, bisa luka atau kulit pecah di sudut mulut, maupun bibir percah-pecah
  • Air liur yang tampak kental dan berserabut
  • Bau mulut
  • Kesulitan mengunyah, berbicara dan menelan
  • Tenggorokan kering atau sakit dan suara serak
  • Lidah kering atau beralur
  • Indera perasa yang berubah
  • Masalah memakai gigi palsu

Selain itu, mulut yang kering bisa mengakibatkan lipstik menempel di gigi.

Penyebab mulut kering

Merangkum Mayo Clinic, mulut kering terjadi karena kelenjar ludah di mulut tidak menghasilkan cukup air liur untuk membuat mulut tetap basah.

Kelenjar ini mungkin tidak berfungsi dengan baik karena:

1. Efek samping pengobatan

Ratusan obat, termasuk banyak obat yang dijual bebas, menghasilkan mulut kering sebagai efek sampingnya.

Di antara jenis yang lebih mungkin menyebabkan masalah adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati depresi, tekanan darah tinggi, dan kecemasan, serta beberapa antihistamin, dekongestan, pelemas otot dan obat nyeri.

2. Efek penuaan

Banyak orang lanjut usia (lansia) mengalami mulut kering seiring bertambahnya usia.

Faktor yang berkontribusi termasuk penggunaan obat-obatan tertentu, perubahan kemampuan tubuh untuk memproses pengobatan, nutrisi yang tidak memadai, dan memiliki masalah kesehatan jangka panjang.

3. Terapi kanker

Obat kemoterapi dapat mengubah sifat air liur dan jumlah yang diproduksi.

Efek ini mungkin hanya akan berlangsung sementara, yakni aliran air liur bisa kembali normal setelah perawatan selesai.

Sementara, perawatan radiasi ke kepala dan leher dapat merusak kelenjar ludah, menyebabkan penurunan produksi air liur yang nyata.

Efek ini bisa jadi sementara atau permanen, tergantung pada dosis radiasi dan area yang dirawat.

4. Kerusakan saraf

Cedera atau pembedahan yang menyebabkan kerusakan saraf di kepala dan leher dapat menyebabkan mulut kering.

5. Kondisi kesehatan lainnya

Mulut kering bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang bisa menimbulkan gejala mulut kering:

  • Diabetes
  • Stroke
  • Infeksi jamur (sariawan) di mulut
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren atau HIV/AIDS
  • Fibrosis kistik
  • Rheumatoid arthritis
  • Anemia
  • Hipertensi
  • Penyakit Parkinson
  • Gondongan

Mendengkur dan bernapas dengan mulut terbuka juga bisa menyebabkan mulut kering.

6. Penggunaan tembakau dan alkohol

Minum alkohol dan merokok atau mengunyah tembakau dapat meningkatkan gejala mulut kering.

7. Penggunaan narkoba

Penggunaan metamfetamin dapat menyebabkan mulut kering yang parah dan kerusakan gigi, suatu kondisi yang juga dikenal sebagai "mulut sabu".

Ganja juga bisa menyebabkan mulut kering.

8. Dehidrasi

Kondisi yang memicu dehidrasi, seperti demam, keringat berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, dan luka bakar dapat menyebabkan mulut kering.

Cara mengatasi mulut kering

Melansir Health Line, perawatan untuk mulut kering sendiri tergantung pada penyebabnya.

Dokter dapat memesan tes darah dan mengukur jumlah air liur yang Anda hasilkan untuk membantu mengetahui penyebab mulut kering Anda dan menyarankan pilihan pengobatan.

Dokter pada mulanya mungkin akan meninjau obat yang Anda minum untuk melihat apakah ada yang menyebabkan mulut kering.

Jika obat disiagnosis sebagai penyebab mulut kering, dokter mungkin bakal memberi Anda jumlah yang berbeda untuk diminum atau mengganti obat yang sedang diminum untuk meredakan gejala mulut kering.

Dokter mungkin juga akan meresepkan air liur buatan atau obat untuk meningkatkan produksi air liur di mulut Anda.

Jika Anda terus mengalami mulut kering, penting juga untuk menemui dokter gigi untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan gigi.

Tapi perlu diketahui juga, bahwa mulut kering biasanya merupakan kondisi sementara dan bisa diobati.

Dalam kebanyakan kasus, Anda dapat mencegah dan meredakan gejala mulut kering di rumah dengan melakukan satu atau beberapa hal berikut ini:

  • Sering mengasup cairan 
  • Mengisap es batu
  • Menghindari alkohol, kafein, dan tembakau
  • Membatasi asupan garam dan gula
  • Menggunakan humidifier di kamar tidur saat tidur
  • Mengambil obat pengganti air liur yang dijual bebas
  • Mengunyah permen karet tanpa gula atau mengisap permen keras tanpa gula
  • Menggunakan pasta gigi, pembilas, dan permen yang dijual bebas

Penting juga untuk menyikat dan membersihkan gigi setiap hari dan melakukan pemeriksaan gigi dua kali setahun.

Perawatan mulut yang baik dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi, yang bisa disebabkan oleh mulut kering.

Jika mulut kering Anda disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mendasarinya, Anda mungkin memerlukan perawatan tambahan.

https://health.kompas.com/read/2020/11/15/160400268/8-penyebab-mulut-kering-dan-cara-mengatasinya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Batu Ginjal

Batu Ginjal

Penyakit
Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.