Salin Artikel

10 Penyebab Palpitasi Jantung yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com - Palpitasi jantung adalah sensasi ketika jantung berdetak dengan kencang atau menambahkan detak ekstra.

Ketika mengalami palpitasi jantung, seseorang mungkin menjadi terlalu sadar akan detak jantunnya.

Sensasi ini bisa dirasakan di leher, tenggorokan, atau dada.

Irama jantung mungkin berubah selama seseorang mengalami palpitasi.

Melansir Health Line, beberapa jenis palpitasi jantung tidak berbahaya dan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Namun dalam kasus lain, palpitasi jantung bisa menandakan kondisi yang lebih serius.

Oleh sebab itu, jika Anda mengelami palpitasi jantung, akan lebih baik segera menemui dokter.

Apalagi, jika palpitasi jantung datang dengan kondisi berikut:

  • Sesak napas
  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Pingsan
  • Keringat berlebih
  • Nyeri di lengan, leher, dada, rahang, atau punggung atas
  • Denyut nadi istirahat lebih dari 100 denyut per menit

Ini bisa menjadi gejala kondisi yang lebih serius.

Penyebab palpitasi jantung

Merangkum WebMD, ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab palpitasi janting.

Biasanya, palpitasi terkait dengan jantung itu sendiri atau penyebabnya tidak diketahui secara jelas.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab palpitasi: 

Diagnosis penyebab palpitasi jantung

Penyebab palpitasi jantung bisa sangat sulit didiagnosis, terutama jika palpitasi tidak terjadi saat tidak sedang berada di ruang pemeriksaan dokter atau tidak terdeteksi pada monitor aritmia yang dikenakan.

Dokter dapat membantu melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Ketika menemui dokter, bersiaplah untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang:

  • Aktivitas fisik
  • Tingkat stres
  • Penggunaan obat resep
  • Penggunaan obat bebas dan suplemen
  • Kondisi kesehatan
  • Pola tidur
  • Kafein dan penggunaan stimulan
  • Penggunaan alkohol
  • Riwayat menstruasi

Jika perlu, dokter umum mungkin akan merujuk pasien ke dokter spesialis jantung.

Tes untuk membantu menyingkirkan penyakit atau masalah jantung tertentu meliputi:

  • Tes darah
  • Tes urine
  • Tes stres
  • Merekam ritme jantung selama 24 hingga 48 jam menggunakan alat yang disebut monitor Holter
  • USG jantung, atau ekokardiogram
  • Elektrokardiogram (EKG)
  • Rontgen dada
  • Studi elektrofisiologi untuk memeriksa fungsi listrik jantung
  • Angiografi koroner untuk memeriksa bagaimana darah mengalir melalui jantung

https://health.kompas.com/read/2020/12/26/140700068/10-penyebab-palpitasi-jantung-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.