Salin Artikel

10 Penyebab Jantung Koroner yang Perlu Diwaspadai

Gangguan pada pembuluh darah jantung ini menghambat aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke jantung.

Penderita penyakit jantung koroner acapkali tidak menyadari penyakitnya selama beberapa tahun.

Dilansir dari Mayo Clinic, gejala jantung koroner baru sangat kentara setelah pembuluh darah tersumbat total atau penderita mengalami serangan jantung.

Jika arteri koroner menyempit, pasokan darah kaya oksigen ke jantung semakin minim. Tertama saat jantung berdetak kencang, kelelahan, dan stres.

Kondisi tersebut dapat memicu gejala jantung koroner khas yakni nyeri dada dan sesak napas. Penderita jamak merasakan dadanya terasa sakit seperti ditekan atau dihimpit.

Apabila aliran darah ke otot jantung terhenti atau sangat minim, penderita bisa mengalami serangan jantung.

Melansir NHS, penyakit jantung koroner disebabkan oleh penumpukan timbunan plak di dinding arteri koroner sekitar jantung.

Penumpukan plak yang terbuat dari lemak, kolesterol, dan bahan lain ini membuat arteri menyempit dan menghambat aliran darah ke otot jantung. Proses penumpukan plak dikenal dengan aterosklerosis.

Risiko seseorang terkena aterosklerosis yang menjadi penyebab jantung koroner dapat meningkat signifikan karena berbagai faktor. Berikut beberapa di antaranya:

1. Merokok

Kebiasaan merokok merupakan penyebab penyakit jantung koroner karena paparan nikotin dan karbon monoksida rokok membuat jantung bekerja lebih cepat.

Hal itu membebani kinerja jantung sekaligus meningkatkan risiko pembekuan darah yang bisa memicu penyakit jantung.

Selain itu, bahan kimia dalam asap rokok dapat merusak lapisan arteri koroner.

Tak hanya penyakit jantung koroner, merokok secara umum meningkatkan risiko segala jenis penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat pembuluh darah arteri mengeras dan menebal. Hal itu bisa mempersempit dan menghalangi aliran pembuluh darah di jantung.

3. Kolesterol tinggi

Kolesterol adalah lemak yang dihasilkan oleh organ hati dan dapat didapatkan dari makanan tertentu yang masuk ke tubuh.

Tubuh membutuhkan kolesterol dalam jumlah kecil agar kinerjanya tetap optimal.

Namun, kolesterol yang terlalu banyak di dalam darah dapat menumpuk dan membentuk plak penyebab penyakit jantung koroner.

4. Kurang olahraga dan kurang bergerak

Timbunan lemak rentan menumpuk di pembuluh darah arteri apabila seseorang kurang bergerak dan tidak rajin berolahraga.

Jika arteri yang yang memasok darah ke jantung tersumbat, seseorang bisa mengalami serangan jantung.

Sedangkan saat bagian yang tersumbat adalah arteri yang memasok darah ke otak, seseorang dapat mengalami serangan stroke.

Diabetes dapat menyebabkan lapisan pembuluh darah menjadi lebih tebal. Kondisi ini dapat membatasi aliran darah, termasuk ke jantung.

6. Trombosis

Trombosis adalah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah vena atau arteri.

Jika trombosis berkembang di arteri koroner, pasokan darah ke jantung berkurang dan memicu serangan jantung.

7. Kegemukan atau obesitas

Orang yang kegemukan atau obesitas lebih rentan mengembangkan plak di pembuluh darahnya.

Selain itu, orang kegemukan dan obesitas juga lebih berisiko terkena sindrom metabolik atau kombinasi antara kolesterol tinggi, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Namun, stres berlebihan terus-menerus dapat merusak arteri dan lambat laun menyebabkan penyakit jantung koroner.

9. Pola makan tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat dengan pola makan sembarangan merupakan salah satu penyebab jantung koroner.

Contoh pola makan tidak sehat adalah konsumsi lemak trans, lemak jenuh, garam, gula, alkohol berlebihan.

10. Penyebab lainnya

Selain beberapa faktor di atas, penyakit jantung koroner juga dapat disebabkan kondisi atau masalah kesehatan lainnya.

Antara lain faktor keturunan, masalah tidur apnea, kehamilan preeklamsia, dan penyakit autoimun.

Tidak ada penyebab jantung koroner yang tunggal. Umumnya, orang terkena penyakit jantung ini karena memiliki beberapa faktor risiko di atas.

Kabar baiknya, beberapa penyakit jantung koroner dapat dicegah. Terutama dengan mengontrol beberapa penyebab jantung koroner yang bisa dikenalikan.

Mulailah menjaga pola makan sehat dan seimbang, rajin olahraga dan aktif bergerak, jaga berat badan ideal, setop merokok, dan minimalkan stres.

Hal yang tak kalah penting selalu kontrol kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.

https://health.kompas.com/read/2021/01/29/080800568/10-penyebab-jantung-koroner-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.