Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Memahami Penyebab dan Gejala Alergi Penisilin

KOMPAS.com- Ketika mengalami infeksi bakteri, dokter biasanya meresepkan penisilin.

Sayangnya, penisilin bisa saja menyebabkan reaksi alergi. Alergi penisilin bisa memicu gejala seperti gatal-gatal dan ruam.

Dalam kasus yang parah, alergi penisilin bisa memicu anafilaksis yang mengancam jiwa.

Seperti apa alergi penisilin?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, penisilin adalah antibiotik yang biasanya diresepkan untuk membantu melawan berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Mulai dari sakit telinga, infeksi sinus, pneumonia hingga meningitis, biasanya diobati dengan penisilin.

Namun, sekitar 10 persen orang di dunia ini mengalami alergi oenisilin.

Selain itu, sekitar 80 persen dari mereka yang pernah alergi obat kehilangan kepekaan terhadap penisilin setelah 10 tahun.

Ketika mengalami alergi penisilin, dokter biasanya menggunakan antibiotik alternatif.

Akan tetapi, antibiotik alternatif harganya seringkali lebih mahal dan bisa memicu efek samping lebih besar.

Tanda alergi penisilin

Menurut Mayo Clinic, tanda dan gejala alergi penisilin seringkali muncul dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi obat.

Namun, reaksi juga bisa terjadi setelah berjam-jam, berhari-hari atau berminggu-minggu kemudian.

Tanda yang menunjukan adanya reaksi alergi antara lain:

Penyebab

Alergi penisilin terjadi ketika sistem kekebalan menjadi hipersensitif terhadap obat.

Dengan kata lain, sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasikan obat tersebut sebagai zat berbahaya.

Sistem kekebalan tubuh seolah-olah menganggap obat tersebut adalah infeksi virus atau bakteri.

Ketika sistem kekebalan salah mengidentifikasi penisilin sebagai zat berbahaya, tubuh akan mengembangkan antibodi terhadap obat tersebut.

Antibodi tersebut akan membuat sistem kekebalan langsung menyerang zat tersebut dan melepaskan bahan kimia yang
memicu gejala alergi.

https://health.kompas.com/read/2021/03/07/081000068/memahami-penyebab-dan-gejala-alergi-penisilin

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke